Rumah Si Pitung

Papan nama Situs Marunda (Rumah Si Pitung)

Rumah Si Pitung atau Rumah Singgah Si Pitung adalah situs cagar budaya yang terletak di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Situs ini dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan terbuka setiap hari untuk semua pengunjung dari jam 08:00 - 17:00.
Karcis masuk sebesar Rp. 5.000. (Lima ribu rupiah) per orang.
Si Pitung adalah legenda Betawi, seperti Robin Hood yang dianggap kriminal oleh penjajah Belanda karena sering merampok.
Tetapi  Si Pitung dianggap pahlawan oleh rakyat jelata karena membagikan hasil rampokannya kepada rakyat miskin.

Rumah Si Pitung tampak depan

Aku pertama kali berkunjung ke sini tanggal 29 September 2016.
Naik ojek online Grab cuma Rp. 5.000 (Lima ribu rupiah) dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta di Marunda.
Kebetulan aku sementara mengikuti diklat pelayaran di sini.
Siang selepas keluar kampus, aku langsung menuju ke tempat yang dikenal sebagai Rumah Si Pitung ini.
Rumah panggung ini terletak di perkampungan nelayan di pinggir laut dan sekitarnya ada tambak, entah tambak udang atau bandeng.

Rumah Si Pitung tampak samping

Setelah membayar kacis retribusi, aku masuk ke dalam dan memotret dari berbagai sudut yang dianggap bagus.
Tidak lupa juga memotret menggunakan aplikasi "Google Street View" supaya nantinya bisa dilihat oleh semua orang dengan aplikasi ini tanpa harus datang lagi ke sini.
Sayangnya belum selesai aku melakukan pemotretan keliling 360 derajat, aplikasi langsung menutup sendiri karena hapeku terlalu panas. Hasilnya dapat anda lihat di sini setelah aku potret kembali seminggu sesudahnya lagi.
Otomatis hasil potretan tadi tidak tersimpan dan harus diulangi kembali. Hal ini mustahil karena dengan pemotretan pertama saja hape sudah panas sekali, apalagi kalau diulangi.
Memang sejak jatuh di laut beberapa waktu yang lalu hapeku selalu panas kalau dipakai untuk memotret dengan aplikasi itu. Padahal itu adalah aplikasi kesukaanku untuk mengabadikan obyek yang bagus ke visualisasi digital yang nanti bisa dinikmati banyak orang.

Kursi tamu di beranda depan

Terpaksa aku dinginkankan hapeku dengan mematikannya dan aku bergabung bersama pengunjung lainnya di bawah kolong rumah panggung Si Pitung.
Sebenarnya rumah ini bukan rumah milik Pitung, tetapi milik Haji Syaifudin, suadagar Bugis yang paling kaya di kawasan Marunda saat itu.
Menurut cerita versi masyarakat setempat, Syaifudin berteman dengan Pitung dan sering singgah dan bersembunyi di sini saat dalam pengejaran dan pencarian tentara VOC, Belanda.
Tetapi menurut versi Belanda, Syaifudin adalah salah satu korban yang dirampok Si Pitung, wallahu a'lam, kita itdak tahu cerita mana yang benar. Yang jelas rumah ini jadi terbengkalai dan angker bertahun-tahun lamanya karena tidak ada yang mengurus secara tetap, hanya warga kampung saja yang berinisiatip untuk membersihkan seperlunya.

Kamar tidur

Aku naik ke atas rumah panggung ini, setelah hapeku terasa dingin dan dirasa sudah bisa dipakai untuk memotret.
Di beranda depan rumah terdapat seperangkat kursi kayu dengan anyaman rotan dan meja bulat untuk menerima tamu. Di sebelah sudutnya ada patung yang memakai kemeja dan celana hitam dengan kaus dalam putih, yang merupakan wujud Si Pitung sang legenda. Kamar tidur terletak di tengah sesudah ruang tamu. dalam ruangan ini ada ranjang dengan kelambu khas jaman dulu dan seperangkat bantal dan guling serta ada Al-Qur'an juga.
Di sudut kamar ada meja rias yang ada laci penyimpanan perlengkapan riasan pribadi dilengkapi cermin bulat.

Rumah Si Pitung (kiri) dan bangunan untuk pengelola dan mushola (belakang kiri), kafe dan toko (kanan)

Ruangan selanjutnya adalah ruang keluarga yang terhubung dengan ruang makan.
Di ruang keluarga ada perabot meja kursi yang seperti di beranda sedangkang di ruang makan dilengkapi dengan meja lonjong dengan empat buah kursi makan.
bagian paling belakang rumah panggung ini adalah beranda belakng yang bisa digunakan untuk bersantai. Dari sini bisa dilihat pemandangan ke arah kampung dan tambak ikan.
Angin laut yang berhembus pelan menambah kesejukannya, terasa nyaman memang.

Galangan kapal yang berbatasan langsung dengan kompleks Rumah Si Pitung.

Setelah puas memotret yang dianggap perlu aku turun dan beranjak ke bangunan di sebelahnya.
Ada dua lagi bangunan baru selain rumah panggung tua ini, yaitu bangunan untuk pengelola dilengkapi dengan mushola dan tempat untuk berwudlu dan kamar mandi di lantai atas. Aku sempatkan sholat zuhur di sini karena sudah hampir lewat waktunya.
Disebelahnnya ada lagi bangunan 2 lantai juga yang di bagian atasnya adalah kafe. Tampak beberapa pengunjung sedang bersantai menikmati hidangan.
Dari mushola ini atau dari kafe tersaji pemandangan ke arah laut lepas.
Sayangnya pinggir pantainya sudah dipakai sebagai galangan kapal, jadi tampak merusak pemandangan yang asri.
Yang nampak sekarang hanyalah kapal-kapal yang sedang diperbaiki atau kapal-kapal yang baru diturunkan dari galangan.





Overhaul: Setelah 2 Tahun Beroperasi Tanpa Henti


Akhirnya KO juga mesin induk kanan, tidak bisa lagi dipaksakan.
Beberapa bulan ini memang jalannya sudah tidak normal tetapi masih dipaksakan untuk beroperasi.
Ada-ada saja kendalanya, entah mesin panas, tidak keluar air pendingin atau tiba-tiba saja mati saat sementara manuver olah gerak.



Trip kemarin sewaktu hendak pulang ke pangkalan di Kotabaru, Pulau Laut dari Asam Asam terpaksa jalan dengan 1 mesin saja.
Memang sudah saatnya untuk perbaikan, sejak berpoperasi di Kotabaru bulan Oktober 2014, belum ada pemeriksaan dan perawatan mesin yang memadai karena kapal dikebut untuk berangkat ke laut lagi. Hampir tidak ada istirahat yang cukup.


Karena sudah lumayan parah akhirnya di bongkar juga untk overhaul. Kapal stand by sementara di pangkalan.
Setelah dibongkar, alat-alat mesinnya dibawa ke bengkel besar perusahaan di Banjarmasin pada hari Senin tanggal 21 November 2016  dan baru tiba kembali di kapal pada hari Selasa 29 November 2016.


Pemasangan kembali dilakukan oleh mekanik dari banjarmasin bersama kru mesin yang di kapal.
Semoga segera selesai dan bisa beroperasi lagi.
Tidak terasa sudah 2 minggu lebih nongkrong mulai dari hari Jum'at tanggal 18 November 2016.
Sudah saatnya untuk ke laut lagi.

Ngidam Kamera DSLR, Akhirnya Kesampaian Juga

Jepretan awal di Octagon

Panas menyengat langsung berganti mendung.
Sesampai di kost aku cuma ganti baju dan menaruh laptop di ransel untuk bersiap keluar lagi.
Teman-teman kost lagi pada istirahat, untung ada satu orang yang tidak tidur.
Jadi aku memberitahu dia kalau mau keluar dan mungkin mau menginap di rumah teman.

Menunggu sebentar, tidak lama ojek online yang aku booking sudah tiba dan aku langsung meluncur ke stasiun Kemayoran.
Aku janjian sama teman  untuk ketemu di sana karena mau minta ditemani ke Octagon untuk beli kamera.
Sudah lama aku ngidam kamera untu memotret tetapi selalu ada saja keperluan lain yang lebih mendesak.
Jadi selalu tertunda terus untuk membeli kamera idaman, setelah selama ini hanya bisa googling segala macam merek dan tipe kamera.

Pilihan yang paling realistis untuk dicapai kantong adalah Canon EOS700D.
Inginnya sih type yang lebih diatasnya lagi, tetapi kantong sudah kempes setelah 3 minggu ikut diklat ambil 5 certificate baru.
Jadi inipun sangat dipaksakan saja karena sudah lama aku ngidam pengin punya kamera DSLR.
Masa pake kamera Android terus.

Sampai di stasiun Kemayoran sudah hujan dan mas Rachmad belum tiba, terpaksa aku harus menunggu sejenak.
Mas Rachmat tiba saat hujan sudah mulai agak reda, tapi kami naik taksi saja ke tempat tujuan.
Ternyata taksi online ada juga yang berlagak bego kayak taksi biasa, sudah tahu ada peta online yang diikuti untuk belok kiri tetapi dia malah berbelok kanan menjauh dari tempat tujuan.
Terpaksa kami langsung saja minta berhenti dan melanjutkan dengan jalan kaki.

Sudah agak sore kami tiba di tokonya dan setelah basa-basi langsung memilih kamera yang dimaksud.
Aku suruh mas Rachmat saja yang mengetes kameranya karena aku memang masih belum menguasai fitur-fiturnya,
Itulah alasan sebenarnya aku minta ditemani untuk membelinya.
Karena sudah menjelang magrib, kami tidak berlama-lama di situ, segera aku selesaikan pembayarannya dan kami langsung pulang ke kantor Wikimedia Indonesia di jalan Pati.
Rencananya aku mau nginap dulu di sini.

Masjid Al-Alam Marunda

Gerbang masjid Al-Alam yang langsung berhadapan dengan rumah penduduk

Jum'at, tanggal 07 Oktober 2016 aku berkunjung lagi ke Museum Rumah Singgah Si Pitung di Marunda.
Ada beberapa foto yang kurang bagus pada hasil kunjungan pertama kemarin dan aku ingin mengulangi untuk memotretnya lagi.
Maklum memotret dengan kamera handphone, tetap terbatas hasilnya walaupun sudah berusaha sebaik mungkin.

Menjelang waktu sholat jum'at barulah aku beranjak pulang dari sana.
Suara pengajian dari masjid sudah terdengar dan tidak lama lagi masuk waktunya sholat.
Aku berjalan kaki mengikuti orang-orang kampung yang bersepeda motor menuju ke masjid terdekat.
Ternyata yang dituju adalah Masjid Al-Alam yang masih merupakan salah satu cagar budaya di Marunda.
Segera aku menuju tempat berwudhu dan berbaur dengan para jamaah.

Bangunan induk Masjid Al-Alam
Karena datangnya terlambat tentu saja kebagian tempat di belakang.
Bagian belakangnya adalah pendopo sedangkan bagian depan adalah bangunan induk masjid.
Masjid ini memang tergolong kecil sehingga ditambah dengan pendopo untuk menampung jamaah yang tentu makin bertambah setiap saat.
Di pendopo tampak ada sebbuah beduk dari kayu.
Sedangkan bangunan induknya kelihatannya masih mempertahankan bangunan lama dengan pemugaran yang tidak banyak merombak keasliannya.

Setelah selesai sholat jum'at aku sempatkan mengobrol dengan jamaah orang tua yang masih bertahan di masjid.
Dan setelah meminta ijin, aku menyempatkan untuk masuk ke bangunan induk yang disebutkannya untuk memotret bagian dalamnya.

Tampak yang masih terpelihara keasliannya adalah mihrab dan mimbar khutbah serta pilar-pilar di dalam ruangannya.

Ruang sholat utama Masjid Al-Alam
Mimbarnya sederhana dengan dilengkapi tiga anak tangga, ada tulisan kaligrafi yang melengkung diatasnya dan sebuah jam duduk di sebelah kirinya.
Mihrabnya beralaskan sajadah dan di depannya ada ukiran kaligrafi.
Ruangannya dialasi dengan karpet berwarna merah dan ada empat pilar putih berukir sederhana menyangga ruangan yang tingginya mungkin kurang dari 3 meter itu.
Setelah memotret bagian-bagian yang dianggap penting, aku kembali ke STIP Marunda karena masih ada masalah administrasi diklat yang masih harus diselesaikan.

Pendopo Masjid Al-Alam

Mohammad Husni Thamrin


Rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit untuk dicari.
Kepercayaan kepada putusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting, tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, negara akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulataan hukum. (MH. Thamrin – Hendelingen Volksraad, 1930-1933)



Itulah kalimat yang aku dapati terukir di bawah monument Mohammad Husni Thamrin yang berada di median ujung barat Jalan Medan Merdeka Selatan, di sisi timur air mancur Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Mohammad Husni Thamrin adalah salah seorang tokoh pergerakan nasional dan pahlawan nasional Indonesia, lahir di Jakarta, 16 Februari 1894 dan meninggal 11 Januari 1941.

Ke Jakarta Lagi Untuk Ikut Diklat Pelayaran

23 September 2016.
Jam 09:30 kapal sudah mendekati  area achorage Bunati.
Tiba-tiba saja mesin kanan mati tanpa sebab dan tentu saja kapal melambat, padahal masih ada 3 mil lebih lagi ke tempat berlabuh.
Berarti 1 jam lebih lagi baru sampai, sedangkan aku harus segera berangkat ke bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin untuk ke Jakarta.
Masih ada 5 sertifikat lagi yang harus aku ambil sebagai syarat untuk bisa updating ijasah.
Besok pagi aku ada jadwal masuk untuk SAT, jadi harus sampai di Jakarta malam ini,

Kalau terlambat ke bandara maka kacaulah semua jadwal yang sudah disusun.
Aku  langsung telepon service boat langganan dan kebetulan dia sudah mau datang karena mau antar keagenan untuk mengambil dokumen kapal.
Terburu-buru kami turun dari kapal karena aku takut terlambat. Jam 11 lewat kami sudah sampai di darat dan aku langsung menunggu mobil travel dari Batulicin yang biasa tujuan ke Banjarmasin.
Sebelum sholat Jum'at sudah ada mobil yang lewat dan aku langsung berangkat. Terpaksa lewat lagi sholat Jum'at.

Sepanjang jalan hujan lebat dan sesekali berhenti. Ada mobil yang terbalik di pinggir jalan yang kami lewati tetapi tidak sempat aku potret.
Sikitar jam 16:25 aku sudah check in, dan barulah aku merasa lega karena pesawat nanti berangkat jam 18:35 WITA. Masih banyak waktu, tetapi tadi saat kapal masih di laut aku tentu saja panik karena takut terlambat untuk turun ke darat.

Terminal kedatangan 1A, bandara Soekarno Hatta.

Pesawat berangkat sesuai jadwal dan tiba di Jakarta sekitar pukul 19:30 WIB.
Buru-buru ku ke loket damri dan mencari yang jurusan ke Priok. Dari Priok. Menuju ke Semper aku langsung saja naik ojek pangkalan dari Permai karena kalau naik angkot tidak tahu harus turun di mana. Ojeknya minta Rp. 35.000 dan langsung aku iyakan saja. Setelah putar-putar kebingunagan cari alamat, akhirnya sampai juga di kost temanku yang sudah duluan datang untuk ikut diklat juga. Aku kasih saja Rp. 50.000 (limapuluh ribu rupiah). Belakangan aku pakai ojek online dari Priok ke kost cuma Rp. !5,000 (limabelas ribu rupiah).

Setelah menyimpan pakaian aku bersama teman mencari makan di luar.
Sambil tanya-tanya bagaimana proses diklat yang sudah dia ikuti.
Besok aku harus ikut diklat dan aku belum beli sepatu serta pakaian putih.
Pakaian dan sepatu dulu yang aku pakai waktu revalidasi sudah aku tinggal di rumah dan sekarang kebingungan lagi.

Video Youtube Saya Digugat Transcorp TV Indonesia?

Tampilan video Youtube saya yang digugat salah satu stasiun TV
15 September 2015
Saya sedang mengedit video Youtube saya, kebetulan sinyal lumayan bagus walaupun kapal sedang di laut.
Tiba-tiba saya tertegun melihat sebaris kalimat pada salah satu konten video saya yang berjudul KRI Usman Harun (359)
Bunyi kalimatnya adalah “Konten yang cocok dengan yang disengketakan pihak ketiga”.

Segera saya buka detail video yang tersebut untuk mengetahui lebih lanjut catatan yang di maksud.
Ternyata saya digugat oleh salah satu stasiun televisi nasional yaitu Transcorp TV Indonesia, bahwa video saya mengandung konten yang berhak cipta milik mereka.
Gugatannya termasuk ringan dan saya tidak perlu melakukan apa-apa jika saya mengakuinya tetapi saya kehilangan hak untuk memonetisasi video tersebut.
Itu  artinya jika ada potensi untuk menghasilkan uang dari video tersebut maka hal itu tidak bisa saya dapatkan karena saya dianggap menyiarkan video pihak lain tanpa ijin.
Saya jadi penasaran, bagian mana dari video saya yang dianggap milik mereka atau mungkin memiliki persamaan.

Dispute Claim/pengajuan sengketa yang saya lakukan untuk memperoleh kembali hak cipta video saya
Saya merekam video ini saat ada gladi bersih kapal-kapal perang TNI Angkatan laut di Selat Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan untuk persiapan perayaan Hari Nusantara 2014.
Posisi saya merekam dari atas kapal tempat saya bekerja yang kebetulan sedang sandar dan memuat di dermaga pelabuhan Kotabaru. Saat itu tidak ada pihak lain yang ikut merekam bersama saya. Lalu bagaimana mereka bisa mengklaim video saya.

Campur aduk perasaan saya saat itu. Galau, emosi dan juga cemas bercampur sedikit takut.
Galau dan emosi karena ada yang tiba-tiba mengklaim hak saya sebagai milik mereka.
Cemas dan takut melihat nama besar pihak penggugat.
Salah satu video saya memang pernah saya lihat ditayangkan di salah satu stasiun televisi, tetapi bukan pihak ini yang menggugat saya. Videonya juga bukan KRI Usman Harun tetapi video yang berjudul KRI Bung Tomo (357)
Saat itu sedang heboh-hebohnya evakuasi pesawat Air Asia QZ 8501 yang jatuh di selat karimata. Salah satu kapal TNI Angkatan Laut yang terlibat dalam pencarian adalah KRI Bung Tomo (357) dan video saya yang dijadikan visualisasi berita. Saya kenal betul detail video yang saya rekam jadi saya yakin itu video saya.
Saya segera posting hal ini di Facebook dan mentag beberapa teman yang saya anggap lebih paham dengan masalah ini.
Dari jawaban mereka saya bisa ambil 2 kesimpulan:
  • 1    Bahwa memang benar saya digugat oleh pihak ketiga yang namanya tercantum disitu.
  • 2     Ada kesalahan dari google dalam hal membaca algoritma sehingga video saya dianggap sama dengan video pihak penggugat, padahal pihak tersebut tidak tahu menahu soal ini dan tidak melakukan gugatan terhadap saya.

Untuk meluruskan hal ini mereka meminta saya untuk meneliti lagi apakah ada video lain yang mirip dengan video saya sehingga timbul gugatan itu. Caranya dengan mengklik “Play Match” pada sudut kiri bawah video yang disengketakan. Jika ada yang mirip berarti hal itulah yang dipermasalahkan dalam gugatan.
Setelah saya klik ternyata tidak ada video lain yang muncul, hanya video saya saya yang tayang saat saya klik menu itu.
Pengajuan sengketa diteliti dalam 30 hari
Oleh teman-teman saya disarankan untuk mengajukan sengketa kepada pihak penggugat jika yakin bahwa video itu memang benar-benar video saya, bukan copas dari pihak lain.
Untuk meyakinkan diri, saya lihat lagi file aslinya di laptop dan ternyata masih ada.
Segera saya isi kolom sengketa yang ada di menu video Youtube dengan data yang diperlukan.
Setelah selesai semua dan saya klik OK, maka sengketa videonya sedang dalam proses dan pihak yang saya ajukan sengketa diberi waktu 30 hari untuk memberi tanggapan balik.
Bagaimanapun juga saya agak berdebar-debar menantikan hasilnya.
Apakah jawaban pihak yang saya gugat balik?
Menerima atau malah memperpanjang masalah?
Email dari Youtube yang mengakui keabsahan video hasil karya saya
Tanggal 25 September 2015 saya menerima inbox lewat gmail dan setelah saya baca ternyata gugatan  sengketa saya diterima yang artinya bahwa video itu dianggap sah sebagai hak saya.
Lega rasanya membaca email itu karena memang demikianlah adanya, video itu memang asli hasil karya saya.

Ini menjadi suatu pengalaman buat saya untuk lebih berhati-hati dan tidak boleh asal copi paste hasil karya orang lain.

Ke Jakarta Lagi Untuk Revalidasi Certificate

Penumpang pesawat di bandara Gusti Syamsir Alam, Stagen, Kotabaru bersiap untuk boarding.

Masih pagi, baru jam 06:10 aku sudah meluncur dari kapal ke bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru di Stagen.
Hari ini akan ke Jakarta via Banjarmasin, rencananya mau revalidasi certificate pelaut sebagai syarat untuk updating ijasah.
Ada beberapa certificate yang sudah kadaluarsa yang harus direvalidasi dan ada juga certificate tambahan yang harus aku ambil sebelum bisa untuk updating ijasah utama.
Yaaah, beginilah nasib pelaut, kewajiban seperti certificate dan dan ijasah saja yang harus selalu diperbaharui mengikuti standar internasional IMO.
Tetapi hak berupa gaji dan tunjangan lainnya, hanya segelintir perusahaan yang bisa mengikuti standarnya, selebihnya jangan ditanya.
Ehhh masih pagi kok sudah kemana-mana pikiran.

Tidak sampai 20 menit aku sudah sampai di bandara, sudah mulai ramai penumpang.
Setelah menunggu sebentar pesawat take off jam 07:45 sesuai jadwal menuju bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Banjarmasin dan sesuai jadwal jam 10:55 terbang lagi ke Jakarta.
Jam 11:30 WIB pesawat mendarat di bandara Soekarno Hatta dan aku langsung mencari damri ke Priok.

Ada teman yanng sudah menunggu di stasiun priok.
Singgah makan di warung emper jalan, kami langsung ke mall Sunter.
Aku harus mencari sepatu dan kemeja putih untuk nanti dipakai saat diklat.
Kemana-mana aku selalu pakai sandal, jadi sekarang repot lagi cari sepatu.
Aku pilih saja yang simpel dan langsung pulang ke kost teman.
Kebetulan masih ada kamar kost yang kosong, jadi aku kost bersama dia di situ.
Lumayan ada teman ngobrol, daripada kost sendiri.
Sampai di kost aku langsung istirahat, capek perjalanan dari pagi sampai sore.
Besok baru mau cari informasi di mana aku harus ikut diklat untuk revalidasi certificate.


Merlion Park, Singapura


Merlion adalah salah satu ikon utama Singapura.
Yaitu patung berkepala singa dengan badan seperti ikan yang terletak di Merlion Park, Marina Bay.
Orang yang berkunjung ke Singapura rasanya belum sah jika belum berfoto didepan monumen ini.
Begitulah mungkin kesannya, lihat saja foto profile teman-teman di facebook.
Yang pernah kesini pasti memajang foto-foto kerennya disini dan saya pun ikutan latah juga.
Setelah enam bulan cuma mutar-mutar di laut antara Singapura, Malaysia dan perairan Batam akhirnya kapal masuk lagi ke Singapura.
Kapal masuk ke home base di Singapura karena ada perbaikan mesin kurang lebih 5 hari.
Jadi cukuplah waktu untuk gantian bagi kru yang mau jalan-jalan.


Bersama teman, saya berkunjung ke Merlion Park di Marina Bay.
Kami sampai sudah agak sore jadi mulai ramai orang.
Hampir semua sibuk berpose di setap sudut taman untuk berfoto.
Ada beberapa fotografer profesional yang saya lihat menenteng kamera dengan lensa panjang.
Di tempat lainnya nampak ada 3 pasang pengantin yang sementara proses pemotretan pra wedding.

Di seberang jembatan Esplanade tampak “gedung durian” yaitu Esplanade Teater.
Inilah tempat pementasan artis top dunia yang kesohor di Singapura.
Kalau sudah show disini berarti sudah bintang top dunia, jadi banyak yang ngebet manggung disini.
Apakah artis Indonesia sudah ada yang “ngamen” di teater ini?
Yang saya baca di koran adalah ada artis kita yang batalkan jadwalnya demi menonton pertunjukan artis top amrik di sini heheeee...


Di seberang lain ada 3 buah bangunan pencakar langit yang menyangga sebuah “perahu besar”
Ini adalah calon ikon baru Singapura, namanya “Marina Bay Sands”
Mungkin itu adalah hotel, apartemen dan mall yang terintergrasi dengan semua fasilitas yang dibutuhkah.
Entahlah, saya kurang tahu.
Yang saya tahu adalah saya datang kesini untuk berfoto narsis.

Untuk berfoto di depan patung singa harus antri karena sudah banyak orang.
Ada yang datang dengan rombongan besar dan ada juga yang hanya 2-3 orang.
Semua rela antri bergiliran untuk difoto temannya dengan gaya masing-masing.
Saya memperhatikan saja dengan agak gamang, mau berfoto atau tidak.
Karena saya selalu mati gaya kalau didepan kamera, apalagi banyak orang seperti ini.


Akhirnya agak sepi juga suasananya.
Saya pun segera pasang aksi unttuk dijepret didepan ikon Singapura yang tersohor itu.
Cuma segitu ajaaaa.
Yups memang itu saja heheee
Gimana, foto saya keren yaaaa.....???

SAHUR DENGAN SETEGUK TEH DINGIN

Menjelang magrib pesawat Batik Air yang saya tumpangi dari Gorontalo mendarat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Segera saya telpon hotel langganan saya untuk jemput saya dan pas magrib sampai di hotel.
Saya langsung buka puasa dengan roti dan air mineral yang disajikan dipesawat tadi.
Setelah itu langsung sholat magrib. Selesai sholat barulah saya mandi karena merasa gerah.

Sebelum sholat isya saya keluar mencari makan di tempat coto makassar yang ada di dekat hotel.
Tetapi begitu sampai disana ternyata tempatnya tutup, mungkin dia buka setelah usai sholat tarawih.
Terpaksa saya balik lagi ke hotel dan memesan nasi goreng saja. Tak lupa juga secangkir teh panas.
Lahap sekali saya makan karena sehabis magrib Cuma makan roti saja.
Selesai makan barulah saya telpon ke rumah untuk megabarkan kalau saya sudah tiba di Makassar dan akan lanjut transit besok pagi.

Sambil baring-aring santai, ternyata saya tertidur pulas.
Begitu bangun saya kaget karena ternyata saya lupa untuk mengunci pintu kamar.
Hape, dompet serta laptop saya berserak diatas meja, hmmm berarti hotel ini cukup aman.
Saya segera meraih handpone untuk melihat jam, karena perut saya terasa lapar lagi.
Samar-samar saya angka 23 entah lewat berapa.

Segera saya cuci muka di kamar mandi lalu bergegas keluar hotel menuju RM. Coto Makassar.
Sesampainya disana ternyata sudah tutup juga. Kok belum lewat tengah malam sudah tutup.
Saya memutar ke arah sebaliknya, melewati hotel menuju ke alfa mart yang terdekat.
Sebelum sampai kesana ternyata ada rumah makan ayam penyet, namanya RM. Ayam Penyet Djuanda.

Langsung saja saya singgah dan pesan makanan, ada bebek goreng kesukaan saya.
Tidak lupa saya pesan juga satu porsi untuk sahur nanti di hotel.
Mungkin saja hotel menyediakan menu untuk sahur, tetapi apakah sesuai selera saya.
Jadi tidak ada salahnya saya pesan saja dari sini yang sesuai selera saya.

Selesai makan dan membayar notanya saya langsung kembali ke hotel dengan bungkusan untuk sahur.
Melewati restoran hotel saya lihat sedang disiapkan menu untuk sahur dan pelayannya memberitahu saya bahwa hidangannya sudah siap.
Saya mengangguk saja sambil tersenyum dan langsung ke kamar.  Kok baru lewat tengah malam sudah disuruh untuk sahur, batin saya dalam hati.
Ahhh sudahlah, mungkin mereka tidak mau repot-repot, pikir saya lagi.

Saya mengambil hape saya untuk menyetel alarm sahur sebelum tidur lagi.
Betapa kagetnya saya ketika melihat jam menunjukkan angka 03:58, sudah hampir jam 4 pagi.
Karena kurang yakin saya lihat hape saya yang satu lagi, jamnya menunjukkan angka yang sama.
Karena masih kurang yakin saya keluar kamar untuk melihat jam dilobby dan ternyata memang sudah hampir jam 4 pagi.
Di ruang makan nampak sudah ada juga yang sahur.
Barulah saya sadar bahwa ketika bangun tadi saya salah melihat jam., saya menyangka melihat angka 23 tetapi tentunya itu adalah angka 03.

Untuk sahur lagi saya masih cukup kenyang, jadi saya tidak mungkin melahap makanan yang saya pesan dari rumah makan tadi.
Kalau saya tidak makan lalu bagaimana, saya belum sempat niat sahur untuk puasa besok.
Mau menunggu sampai lapar lagi tentu sudah lewat imsak, lagi pula saya harus segera ke bandara karena penerbangan saya jam 06;05 pagi.
Kebetulan masih ada sisa teh yang saya pesan tadi, sudah dingin dan hampir habis.
Tak apalah, saya niat sahurnya dengan sisa teh itu saja. Yang penting niat untuk sahnya puasa, bukan apa yang kita makan atau minum.
Betul nggak..... ???



Alur Laut Kepulauan Indonesia

Pembagian Alur Laut Kepulauan Indonesia

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah Alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional. Alur ini merupakan alur untuk pelayaran dan penerbangan yang dapat dimanfaatkan oleh kapal atau pesawat udara asing diatas laut tersebut untuk dilaksanakan pelayaran dan penerbangan damai dengan cara normal. Penetapan ALKI dimaksudkan agar pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara secara terus - menerus, langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang oleh perairan dan ruang udara teritorial Indonesia. ALKI ditetapkan untuk mengubungkan dua perairan bebas, yaitu samudera hindia dan samudera pasifik.

Pembagian ALKI


* ALKI I  melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa - Selat Sunda.
* ALKI II melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok.
* ALKI III Melintas Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu.

Hak dan Kewajiban Kapal dan Pesawat Udara Asing yang melintasi ALKI


Setiap Kapal dan pesawat Udara Asing yang melintasi ALKI harus memenuhi ketentuan dibawah ini :
  1. Kapal dan pesawat udara asing yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan harus melintas secepatnya melalui atau terbang di atas alur laut kepulauan dengan cara normal, semata-mata untuk melakukan transit yang terus-menerus, langsung, cepat, dan tidak terhalang.
  2. Kapal atau pesawat udara asing yang melaksanakan lintas alur laut kepulauan, selama melintas tidak boleh menyimpang lebih dari 25 (dua puluh lima) mil laut ke kedua sisi dari garis sumbu alur laut kepulauan, dengan ketentuan bahwa kapal dan pesawat udara tersebut tidak boleh berlayar atau terbang dekat ke pantai kurang dari 10 % (sepuluh per seratus) jarak antara titik-titik yang terdekat pada pulau-pulau yang berbatasan dengan alur laut kepulauan tersebut.
  3. Kapal dan pesawat udara asing sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan ancaman atau menggunakan kekerasan terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, atau kemerdekaan politik Republik Indonesia, atau dengan cara lain apapun yang melanggar asas-asas Hukum Internasional yang terdapat dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  4.  Kapal perang dan pesawat udara militer asing, sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan, tidak boleh melakukan latihan perang-perangan atau latihan menggunakan senjata macam apapun dengan mempergunakan amunisi.
  5. Kecuali dalam keadaan force majeure atau dalam hal musibah, pesawat udara yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan pendaratan di wilayah Indonesia.
  6. Semua kapal asing sewaktu melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh berhenti atau berlabuh jangkar atau mondar-mandir, kecuali dalam hal force majeure atau dalam hal keadaan musibah atau memberikan pertolongan kepada orang atau kapal yang sedang dalam keadaan musibah.
  7. Kapal atau pesawat udara asing yang melaksanakan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan tidak boleh melakukan siaran gelap atau melakukan gangguan terhadap sistem telekomunikasi dan tidak boleh melakukan komunikasi langsung dengan orang atau kelompok orang yang tidak berwenang dalam wilayah Indonesia.
         Catatan : Tulisan ini adalah artikel yang saya buat di Wikipedia dan dapat dibaca pula disini.

Wikipedia bahasa Gorontalo

Logo Wikipedia
Wikipedia bahasa Gorontalo adalah ensiklopedia online Wikipedia versi bahasa Gorontalo dan merupakan bagian dari Wikipedia Indonesia. Wikipedia bahasa Gorontalo umumnya mengikuti peraturan-peraturan dasar Wikipedia bahasa Indonesia. Wikipedia bahasa Gorontalo saat ini belum dirilis dan masih dalam proyek di incubator Wikimedia.

Sejarah
Semula, dibuat sebuah halaman utama oleh salah satu pengguna pada tanggal 7 September 2010. Lalu halaman ini dialih bahasakan oleh Lingga (bicara) dan scriptnya dikerjakan oleh NoiX180 (bicara). Sampai Februari 2014 tulisan yang ada baru 6 buah artikel. Pengguna Marwan Mohamad (bicara) ikut berkontribusi membuat artikel setelah menemukan halaman ini yang dishare oleh Lukman Tomayahu (bicara) di Facebook. Wikipedia bahasa Gorontalo masih butuh proses dan waktu yang cukup panjang untuk dapat dirilis sebagai Wikipedia yang mandiri, sebab saat ini masih dalam proyek incubator Wikimedia.


Catatan : Tulisan ini adalah artikel yang saya buat di Wikipedia dan dapat dilihat artikelnya disini. 

Pelabuhan Samarinda

Pelabuhan Samarinda adalah pelabuhan yang terdapat di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini terletak di tepi sungai Mahakam, 30 Mill Laut dari Muara Pegah. Muara Pegah adalah muara tempat masuknya kapal-kapal yang akan menuju ke pelabuhan Samarinda. Dari muara ini, kapal-kapal harus dipandu sampai ke area pelabuhan Samarinda. Pelabuhan ini penting keberadaannya, karena dari sini kebutuhan pokok untuk Samarinda dan sekitarnya di suplai. Kapal-kapal yang melayari antar pulau melakukan bongkar muat disini. Seiring perkembangan kota Samarinda yang pesat, pelabuhan ini dianggap tidak bisa dikembangkan lagi sehingga perlu dibuat pelabuhan baru yang fasilitasnya bisa memenuhi kebutuhan kapal-kapal besar untuk kegiatan bongkar muat dan juga butuh terminal khusus untuk penampungan kontainer.

Sarana dan Fasilitas
Fasilitas yang ada di pelabuhan Samarinda adalah :
·         Dermaga sepanjang 876 meter dengan kedalaman air 15 meter.
·         Kapal pandu untuk mengantar pandu ke kapal.
·         Kapal bantu/assit tug untuk membantu menyandarkan kapal.
·         Pandu, yang memandu kapal untuk sandar di dermaga.
·         Pengisian air bersih dari darat.
Catatan : Tulisan ini adalah artikel yang saya buat di Wikipedia dan dapat dilihat artikelnya disini

Pelabuhan Gorontalo

Pelabuhan Gorontalo adalah pelabuhan yang terletak di muara Sungai Bone, Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo. Pelabuhan ini menjadi tempat persinggahan utama kapal-kapal yang memasok kebutuhan pokok bagi masyarakat Gorontalo. Kapal-kapal pengangkut barang dari Pulau Jawa bersandar dan membongkar muatan disini. Sebaliknya dari pelabuhan ini dimuat hasil bumi seperti kopra, rotan dan jagung dimuat untuk diangkut kepelabuhan lainnya. Khusus untuk jagung langsung dieksport dari pelabuhan ini dengan tujuan luar negeri. Kapal penumpang milik PT. PELNI juga menyinggahi pelabuhan ini.
Sarana dan Fasilitas
Pelabuhan Gorontalo memiliki 2 dermaga dan 1 dermaga lagi sedang dalam tahap penyelesaian :
·         Dermaga Nusantara 1, panjang 60 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter.
·         Dermaga Nusantara 2, panjang 120 meter dengan kedalaman sekitar 8 meter.
·         Dermaga Nusantara 3 sedang dalam penyelesaian pembangunan.
·         Terminal penumpang.
Catatan :

Tulisan ini adalah artikel yang saya buat di Wikipedia dan dapat dilihat artikelnya disini.

Download Pembukuan Sederhana Dengan Excel

Pembukuan sederhana dengan Excel

Pembukuan adalah hal yang penting, entah itu dalam dunia usaha ataupun untuk pribadi.
Dengan adanya catatan pembukuan yang teratur, kita tahu berapa pengeluaran dan pemasukan sehingga kita bisa membuat perencanaan supaya tidak beasr pasak daripada tiang.
Untuk dunia usaha, entah itu yang besar ataupun sekedar warung kecil juga sangat penting.
Dengan demikian kita tahu arus uang masuk dan keluar.
Dibawah ini contoh pembukuan sederhana dengan excel yang bisa anda pakai.
silahkan download disini.

Universitas Negeri Gorontalo

   Universitas Negeri Gorontalo meyalo UNG botiye botuwewu liyo lo Universitas Negeri to lipu lo Hulontalo, pilopowali liyo to tanggal 1 September 1963. Bungaliyo Universitas botiye tanggu-tanggula Junior College wawu malowali tayadiyo lo FKIP UNSULUTENG. To tawunu 1964 status liyo lowali Cabang FKIP IKIP Yogyakarta Cabang Manado, tawunu 1965 malogabungiya wolo IKIP Manado Cabang Gorontalo.
  To tawunu 1982 poli malowali tala tuwewu tayadiyo lo Fakultas lo Universitas Samratulangi Manado, tangguliyo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsrat Manado'' to Hulontalo. To tawunu matilimihula tutuwewu wolo tanggula Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Gorontalo berdasarkan Keppres RI Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 16 Januari 1993.
Berdasarkan Keppres RI Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 5 Februari 2001, status liyo mayilowali IKIP Negeri Gorontalo wolo 5 Fakultas wawu 25 Program Studi. Wawu pata'o tupulitiyoma'o to tanggal 23 Juni 2004 mayiresmi liyo li Presiden Megawati Sukarnoputri mayilowali Universitas Negeri Gorontalo berdasarkan Keppres RI Nomor 54 Tahun 2004, tanggal 23 Juni 2004.


Pimpinan
  1. Drs. Idris Djalali - Dekan Koordinator  IKIP Yogyakarta Cab. Manado di Gorontalo - 1963-1966
  2. Drs. Ek. M. J. Neno - Dekan Koordinator IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1967-1969
  3. Prof. Drs. H. Thahir A. Musa - Dekan Koordinator    IKIP Manado Cab. Gorontalo - 1969-1981
  4. Prof. Drs. H. Kadir Abdussamad - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1982-1988
  5. Drs. H. Husain Jusuf, M.Pd - Dekan FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1989-1992
  6. Prof. Dr. H. Nani Tuloli
    • Dekan  FKIP Unsrat Manado di Gorontalo - 1992-1993
    • Ketua STKIP Negeri Gorontalo - 1993 - 2001
    • Pj. Rektor IKIIP Negeri Gorontalo - 2001 - 2002
  7. Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd  
    • Rektor IKIP Negeri Gorontalo - 2002-2004
    • Rektor Universitas Negeri Gorontalo  - 2004-2010
  8. Dr. H. Syamsu Qamar Badu, M.Pd    - Rektor Universitas Negeri Gorontalo - 2010 - sampai sekarang
Fakultas
1. Fakultas Ilmu Pendidikan.
2. Fakultas Ilmu Sosial.
3. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
4. Fakultas Sastra dan Budaya.
5. Fakultas Teknik.
6. Fakultas Ilmu-ilmu Pertanian.
7. Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan.
8. Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pasca Sarjana
Program Pasca Sarjana to Universitas Negeri Gorontalo.
1. Program S2 Pendidikan Bahasa Inggris.
2. Program S2 Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH).
3. Program S2 Pendidikan Matematika.
4. Program S2 Pendidikan Dasar Konsentrasi Sains.
5. Program S2 Pendidikan Biologi.
6. Program S2 Pendidikan Fisika.
7. Program S2 Manajemen Pendidikan.

*Tulisan ini adalah salah satu artikel yang saya posting ke Wikipedia bahasa Gorontalo (Inkubator Wikimedia)

Bentor

Bentor sedang menunggu penumpang dikawasan Pasr Sentral Gorontalo


Bentor meyalo becak bermotor botiye mayilowali tala tuwewu liyo lo uta'eya u hepodetoheliyo tawu to Hulontalo.Rupa lo Bentor boti humaya mayi tutuwawuwa wolo becak, bo to wuleyaliyo ma pilakeyaliyo motoro tuheta didu mo'obule mongayuhu.Mulai monto kambungu tunggulo ode kota odungga bentor to dalalo masatiya.Bentor mulai tilumodu to Hulontalo to tawunu 1996 wawu masatiya ma lowali ngohuntuwa da'a.Omo-omolu mayi tawu donggo momili motita'e to oto lo u bentor.Masatiya bentor u lebe ngohuntuwa lo oto, da tawu ma lebe momili bentor uta'eyalo daripada donggo hemohulata oto.*Tulisan ini adalah artikel yang saya posting di Inkubator Wikimedia Gorontalo.