SUNGAI MEKONG


Sudah 3 hari yang lalu kapal sampai di Can Tho,Vietnam.
Sampai hari ini masih berlabuh di sungai Mekong menunggu giliran untuk muat.
Dan sampai hari ini pun belum ada kru yang turun ke darat.
Memang ada juga yang ingin turun tapi karena modal cekak jadinya batal.
Takut mutar - mutar kesasar dan kehabisan sangu,maklum belum
menguasai medan tempur karena ini adalah trip perdana kita kesini.

Jadi semua pada ngumpul dikapal sambil melihat - lihat perahu nelayan yang hilir mudik di sungai.
Suasananya nggak beda jauh dengan kondisi sungai di Indonesia macam sungai Mahakam di Samarinda.
Yang beda adalah disini tidak ada rumah - rumah panggung penduduk yang berjejer dipinggir sungai seperti yang ada disungai Mahakam,sungai Barito dan sungai Musi.
Yang juga berbeda disungai ini adalah parambuan.Buoy disini boleh dibilang bagus karena selalu berpasangan antara buoy hijau dan buoy merah.
Jadi walaupun tanpa pandu pun rasanya gampang bagi kita untuk mengikuti alur pelayaran sesusai rambu yang ada.

Dari ambang luar sampai kepelabuhan ada seratus buoy lebih yang terpasang padahal sungainya boleh dibilang lurus tanpa belokan tajam dan tak banyak rintangan yang berarti unruk pelayaran.
Pemasangan buoy terasa berarti karena jadi pembatas antara alur kapal dengan nelayan.

Alur untuk kapal - kapal ada di tengah sungai,sedangkan untuk nelayan yang mencari ikan atau menambang pasir ada di luar buoy.
Jadi ada batasan yang jelas dan tegas mengenai hal itu dan masing - masing pihak tahu tidak bisa melanggarnya.
Nelayan tidak boleh mencari ikan ditengah sungai karena itu alur untuk kapal.
Sebaliknya kapal tidak boleh keluar dari alurnya atau berlayar ditepi sungai karena selain dangkal itu adalah daerah nelayan untuk mencari ikan.

Sungai Mahakam di Samarinda mungkin hampir sama panjangnya dengan sungai ini yang jadi alur pelayaran.
Tapi saya perhatikan mungkin buoy yang terpasang tidak lebih dari 30 buah.
Itupun terkadang penambang pasir berlabuh ditengah alur sungai dan menghalangi serta membahayakan pelayaran.


Posisi kita berlabuh adalah di pelabuhan Cai Cui.Agak kehulu sungai nampak sebuah jembatan yang dalam tahap pembuatan.
Pusat kotanya kalau yang saya lihat di peta ada disebelah kiri.
Seberapa jauh,nggak ada yang tahu karena memang kita belum kedarat.

Bagi saya bukan soal mau kedarat yang jadi masalah,tapi pusing karena sudah 10 hari lebih nggak tahu perkembangan berita.
Terakhir waktu masih diselat Singapore masih bisa buka detikcom dan tv masih bisa dapat siaran.Hp juga masih dapat sinyal.

Disini memang tv bisa dapat siaran tapi siaran lokal Vietnam semua.
Jadi tidak ada yang bernafsu melihat acara tv karena nggak mengerti apa yang dilihat.
Jadi hiburan satu - satunya adalah menonton perahu nelayan dan penjual buah hilir mudik di sungai.


Can Tho city,28 Feb 2009

Sign Off dari MR 702

Hari masih pagi,mungkin baru jam 06.00.
Cuaca diluar masih terasa dingin karena semalam turun hujan lebat.
Tapi pagi itu saya sudah selesai mandi dan sedang menikmati
teh panas tanpa kue untuk mengusir hawa dingin.
Hari ini rencananya mau kekantor untuk mengantar surat pengunduran diri.
Ya,surat pengunduran diri karena saya mau berhenti dari kapal TB.MR 702
tempat saya bekerja selama ini.

Dua tahun sudah saya bekerja dikapal itu dan inilah saatnya
untuk mengakhiri masa kerja.
Masuk dengan baik,keluar juga harus dengan lebih baik pula.
Jam 08.15 saya menghadap pak Iwan untuk memberitahu akan berhenti
sambil menyodorkan surat pengunduran diri.

Beliau menanggapi dengan baik dan penuh pengertian.Juga sempat bertanya
kemana saya akan pindah kerja.Saya jawab aja dengan jujur dan apa adanya.
Beliau memahami dan berkata yang penting saya dapat yang lebih
baik dari yang sekarang.
Saya disuruh kebawah untuk dibuatkan surat berhenti sama Virly dan
nantinya akan ditandatangani beliau.

Sayapun turun kelantai bawah untuk menanti suratnya.
Tapi saat hendak diprint ternyata macet karena tinta habis.
Lama juga prosesnya baru bisa diprint kembali.
Maunya saya akan membawa surat itu kembali kepada pak Iwan untuk
ditandatangani sekalian basa-basi mengucapkan terimakasih.

Tapi bersamaan dengan selesai print surat itu,lewatlah bos besar
dan naik kelantai atas.
Tentunya keruangan pak Iwan juga.Saya batal naik keatas karena
kikuk ketemu bos.
Akhirnya suratnya saya titip Virly saja untuk ditandatangani pak Iwan.
Menyesal juga tadi nggak sempat ngomong pamitan dan mengucapkan terimakasih.
Selama ini beliau telah banyak memberikan bantuan dan support
jika kita mengalami masalah dikapal,terutama jika bermasalah dengan pencharter.
Setidaknya itulah yang saya rasakan selama bekerja dengan beliau.


Samarinda,28 Januari 2009.

"ANGKOT MASUK DAPUR"

Apa yang anda pikirkan jika ada orang yang menyebut kota Batam?
Daerah industri,kota jasa,kota wisata,kota dollar atau apa saja?
Semua ada disini.Tak heran jika daerah ini menjadi salah satu favorit
tujuan orang untuk mengadu nasib dan mencari peruntungan hidup.
Namun bukan itu yang menjadi perhatian saya tiap masuk daerah ini.

Satu hal yang menarik perhatian saya adalah banyaknya taksi yang beroperasi.
Baik itu taksi yang pakai argo ataupun yang tidak.
Dengan banyaknya taksi maka orang tentu lebih memilih untuk naik taksi
daripada naik angkot.Naik taksi tentu lebih praktis dan cepat sampai
daripada naik bis yang harus berdesak-desakkan.
Itupun dengan rute yang tertentu yang kadang tidak sampai ketempat yang kita tuju.

Taksi disini juga mengadopsi sistem angkot dalam artian tarif murah,
tapi masih menerima penumpang lain sampai penuh walaupun kita sudah naik.
Jadi jangan berharap dengan tarif murah terus hanya anda saja penumpangnya.
Hal ini menyebabkan penumpang angkot banyak yang bealih ke taksi.

Untuk menyiasati hal tersebut sopir angkot harus putar otak untuk
menutupi setoran dan mendapatkan hasil buat dia sendiri.
"Sampai-sampai ada angkot yang masuk sampai ke Dapur",kata teman saya
yang sering masuk Batam.
"Yang betul aja sih",kata saya tidak percaya.
"Tentu saja betul,kalau tidak percaya tanya saja sama sopir",jawabnya.

Karena penasaran saya menanyakannya sama sopir taksi yang kita tumpangi.
Jawabannya memang betul.Angkot disini memang ada yang masuk Dapur.
Disini ada angkot yang melayani trayek pusat kota ke Dapur 12,
yaitu suatu daerah kecamatan kalau saya nggak salah ingat apa yang
diucapkan sopir taksi tersebut.
Jadi angkotnya bukan masuk kedapur rumah orang seperti yang saya bayangkan.
Hmmmm,ada-ada saja.

BULAN ATAU MATAHARI???

Jono dan Joni bekerja disatu kapal.
Keduanya baru saja keluar dari bar dalam keadaan mabuk berat
karena kebanyakan minum alkohol.

Jono berkata,''Gara-gara kau ini Joni,kelamaan kita didalam.
Mungkin kapal kita sudah berangkat.Kita kesiangan didalam bar,
lihat matahari sudah tinggi''.

Joni menjawab,''Ngawur kau,ini masih malam.Itu bulan,bukan matahari.
Keduanya saling bantah dan tidak ada yang mau mengalah.
Akhirnya mereka berdua berkelahi hanya karena masalah tersebut.

Saat itu kebetulan lewat orang tua dan melerai mereka.
Orang tua itu bertanya apa penyebab sampai mereka berkelahi.
Mereka menjelaskan masalahnya dan keduanya kembali ngotot untuk
dibenarkan sambil mengancam orang tua itu.

Melihat gelagat yang tidak baik,sang orang tua mencoba untuk bersikap bijak.
"Maaf nak,saya tidak tahu itu Bulan atau Matahari.
Soalnya saya orang baru disini",jawabnya sambil cepat-cepat berlalu.

Jalan-jalan di Can Tho

Can Tho,Vietnam 28 Maret 2009.
Kemarin sore kapal tiba di Can Tho dan sampai hari ini masih berlabuh.
Masih menunggu giliran tambat di buoy untuk muat pasir.
Karena nggak ada kegiatan dikapal aku dan teman-teman turun kedarat.
Agak repot juga sih soalnya kapal nggak sandar,jadi turunnya harus pakai boat service alias perahu.
Sampai didarat sudah ada agen yang jemput sebagai penunjuk jalan.

Jalannya kemana lagi kalo nggak ke mall.Sekedar untuk cuci mata aja.
Sayangnya mallnya kecil jadi susah cari belanjaan yang diperlukan.
Maunya cari barang yang khas daerah sini,tapi nggak dapat.
Habis mallnya kayak ruko aja.
Terpaksa asal comot aja barang yang sekiranya nanti dibutuhkan untuk sehari-hari.

Untungnya aku sempat masuk toko bukunya dan dapat buku "Vietnam Tourist Guidebook".
Harganya 75.000 Dong.Dong adalah mata uang lokal Vietnam.
Kalau dikurs ke rupiah aku juga kurang jelas berapa,tapi yang pasti nilai tukarnya dibawah rupiah.
Bukunya cukup tebal juga,ada 560 halaman.
Cetakannya kelihatan agak luks dengan halaman gambar berwarna.
Buku segini kalo di Indonesia mungki kisaran harganya seratusan ribu rupiah.
Lumayan buat referensi kalau mau jalan-jalan cari tempat wisata.
Soalnya kalau jalan tanpa tujuan nanti kesasar ketempat yang nggak benar.

Habis dari mall aku minta sama guide-nya untuk singgah diwarnet.
Sekedar buka-buka email kalau ada yang masuk dan mengedit profile facebook-ku.
Kemarin di Batam bikin accountnya lewat Hp O2 pake Opera Mini tapi nggak bisa upload foto.
Inipun nggak bisa upload foto juga karena nggak ada card reader.
Soalnya ini warnet untuk game online aja.

Kebanyakan pengunjungnya anak muda yang lagi keranjingan game.
Sudah longok kekiri kanan dan kemeja operator nggak ada card reader.
Maunya sih tanya tapi berhubung speak susah nyambung terpaksa nggak jadi.
Akhirnya aku buka blog lagi.
Edit postingan yang tulisannya terhapus sebagian karena aku coba-coba edit lewat Hp di Batam minggu kemarin.
Dan terakhir bikin postingan ini,walau tanpa foto juga.

Susahnya Ngeblog pake HP

Kalo dihitung-hitung sudah sebulan lebih aku nggak pernah ke warnet.
Gimana mau ke warnet kalau untuk turun kedarat aja susah.
Jadi untuk posting dan edit blog pakai HP aja.
Hasilnya 1 posting hilang dan 1 lagi hilang sebagian teksnya.

Tarzan ketemu Tarzan

Bahasa menunjukkan bangsa,demikian bunyi pepatah.
Dari bahasa yang kita gunakan orang lain bisa mengenali dari mana kita berasal.
Banyaknya bangsa lain menggunakan bahasa suatu bangsa menunjukkan sampai dimana kebesaran bangsa tersebut.

Berbahagialah orang Inggris karena kemanapun mereka pergi akan selalu menjumpai orang-orang yang mau mempelajari bahasa ibu mereka walaupun harus bayar mahal untuk itu.
Dengan bahasa kita dapat berinteraksi dengan orang lain.Itu kalau menggunakan bahasa yang sama.Kalau beda bahasa tentu repot jadinya.

Itulah yang saya dan teman-teman alami waktu kapal masuk ke pelabuhan Can Tho,Vietnam.
Jelas sekali masalah bahasa yang jadi hambatan.Memang sih masih bisa pakai bahasa Inggris yang patah-patah.
Tapi itupun masih tetap kacau karena lawan bicara sama ngaconya dengan kita.

Terpaksa menempuh jalan tengah yang mudah dipahami semua orang.
Bahasa Tarzanlah yang dipakai kalau sudah mentok.
Sedikit isyarat disertai dengan kalimat yang patah-patah sudah cukup.

Kalau masih kurang sertakan seuntai senyum.
Asal jangan ketawa aja,nanti dikira menertawai dia.
Itulah sedikit resep kalau kita nggak menguasai bahasa lawan bicara kita.

ON FIRE ( TROUBLE ENGINE JILID I )

Laut Cina Selatan 15 Maret 2009.
Hari kedua pelayaran dari Singapore ke Cambodia.
Posisi utara pulau Tioman,Malaysia.
Cuaca buruk,ombak 3 meteran lebih.Hujan deras diiringi angin kencang.
Kecepatan kapal hanya mencapai 3 knot,padahal sudah rpm penuh.
Itupun kita hanya menarik tongkang kosong.
Bagaimana nanti pulangnya dengan beban muatan 8.000 Metrik ton.

Selepas jaga 24.00 - 04.00 saya sulit untuk tidur lagi.
Bagaimana bisa tidur kalau kapal kayak dibanting - banting ombak.
Rasanya mau jatuh dari tempat tidur.
Tapi karena capek,akhirnya saya tertidur juga.
Walau sebentar - sebentar terbangun karena benturan ombak.

Tiba -tiba antara sadar dan tidak saya mendengar suara ribut diatas.
Terdengar orang - orang berteriak,"Api,kamar mesin kebakaran.Cepat keluar dari kamar".
Saya pun melompat bangun dari tempat tidur dan berlari keatas.

Nampak orang - orang sibuk berlarian kekamar mesin dengan membawa botol pemadam.
Saya sempat melihat dari pintu kamar mesin yang terbuka,api sudah cukup besar.
Untungnya api bisa segera dipadamkan,karena botol pemadam memang dalam kondisi bagus dan yang memadamkan cukup cekatan dan berani.
Kebakarannya juga terjadi pagi hari yang sudah terang,sekitar jam 08.20.
Coba saja kalau terjadi saat malam yang gelap.Pastinya lebih susah untuk menjinakkan api.

Terlambat 5 atau 10 menit saja mungkin kapal tidak bisa diselamatkan lagi.
Karena yang terbakar adalah mesin.Apalagi kalau api sudah kena minyak dan instalasi kabel.
Mau lari kemana kita kalau kapal terbakar.Lari dari api sudah menunggu laut yang dingin dan berombak.
Mungkin begitu terjun kita langsung bablas ditelan laut.
Tapi Allah swt masih berkehendak lain untuk kita,sehingga situasi masih bisa kita kendalikan.

Setelah mengecek semua kerusakan,keadaan dilaporkan kekantor di Jakarta via Radio Pantai.
Keputusan dari kantor kapal disuruh putar haluan,kembali ke Batam untuk perbaikan.

Susahnya Posting dari Selat Singapore

Selama ini posting ke blog dari laut enak aja,asal masih ada sinyal.
Tapi kalau dari selat Singapore lain masalahnya.Soalnya Hp bisa dapat sinyal dari Batam dan dari Singapore,juga Malaysia.
Kalau masih sinyal dari Batam oke aja.
Repotnya kalau sinyal dari Batam menghilang dan berganti ke jaringan negara tetangga.
Jelas aja nggak bisa posting lagi karena settingan untuk HP berubah dan nggak tahu gimana caranya.Sia-sia sudah kita siapkan bahan untuk posting karena jaringan yang berubah-ubah.

Salah Nama,Salah Alamat

Tuas View,Singapore 12 Maret 2009.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.50 waktu lokal.Tapi Pandu yang akan membawa kapal keluar belum juga datang,padahal harusnya jam 12.30 sudah on board sesuai order.
Memang ada Pilot Boat yg mendekat kekapal tapi menjauh lagi dan berputar kekapal lain.Kelihatannya dia bingung cari kapal yang akan dinaiki.Dugaan saya memang tidak salah.Setelah puas berputar-putar akhirnya dia kembali kekapal kita.Saya langsung menyambut Pandunya untuk naik ke Anjungan.Begitu sampai diatas dia langsung komplain ke Kapten.Dia berputar-putar tadi karena mencari tongkang yang namanya Sinar Anugrah 1 tapi nggak dapat.Setelah telepon agen baru diarahkan kekapal kita.Rupanya disini nama tongkang yang diutamakan daripada kapal.Mungkin karena tongkang yang bawa muatannya,bukan kapal.Jelas saja dia nggak dapat karena tongkang kita masih memakai nama yang lama yaitu Bintang 9.Dokumen saja yang sudah berganti nama tapi nama dilambungnya belum dirubah.Jelas saja dia kesasar.

East OPL.

East OPL,13 Maret 2009.
Jaga Laut lagi.
Kapal singgah berlabuh di East OPL untuk tunggu supply bahan makanan dari agen di Batam.
Pelabuhan tujuan Kaoh Kong,Cambodia.
Sudah 3 minggu nggak update berita sejak dari Vietnam,apalagi posting untuk blog.

Lumayan sekarang bisa singgah sejenak.
Masih bisa melepas kangen untuk nelpon kerumah.
Juga bisa browsing sejenak dengan sinyal yang timbul tenggelam.

Trip Perdana Ke Can Tho, Vietnam

Batam, 22 February 2009.
15.30: Dokumen tiba di kapal.
16.00: Move ke barge Sinar Anugerah 01, persiapkan tali towing.
16.30: Towing pendek barge Sinar Anugerah 01,keluar dari alur tanjung Uncang.
20.00: Passing buoy luar Sekupang, tujuan Can Tho (Vietnam).

"Sinar Anugerah 01"

Batam,20 February 2009.
08.30.Buka segel dan Wire Breder barge "Sinar Anugerah 01"(ex Bintang 9).
11.00.Istirahat.
13.40.Pasang Wire Breder dan tali Second Towing baru.
16.20.Selesai kerja.Barge Sinar Anugerah 01 Siap towing untuk berangkat.

Stand By Nang Kapal

Sejak kapal sampai di Batam, aku baru sekali saja keluar.
Itupun cuma ke Nagoya. Ke mall saja beli batere untuk O2-ku.
Maunya jalan lagi, tapi kerjaan banyak.
Sibuk terus dari pagi sampai sore.

Maklum persiapan untuk berangkat.
Tongkang belum pasang wire breder dan second towing.Belum lagi lokasi galangan tempat kita stand by jauh sekali dari pusat kota.

Dan yang paling akhir adalah modal lagi cekak.
Jadi lengkap sudah semua alasan untuk tidak keluar kemana-mana.

SHIFTING BARGE "BINTANG 9"

Rabu, 18 Februari 2009.
17.25: Move ke barge Bintang 9.
18.00: Keluarkan barge Bintang 9 dari posisi tambat.
18.50: Posisikan kembali barge Bintang 9 dengan haluan ke darat.
19.20: Tros connect kedarat. In position. FWE.
Capek dech.sudah lama nggak narik tali 3,

NELAYAN CURANG

Ada seorang nelayan bujangan.
Dia tinggal sendirian dirumah warisan orang tuanya yang sudah meninggal.
Sehari-hari kerjanya kelaut mencari ikan.
Hasilnya dihabiskan untuk minuman keras dan judi.
Begitulah keseharian yang dia lalui selama ini.

Suatu hari dia kelaut lagi mencari ikan.
Tapi sudah seharian belum seekor ikan pun yang dia dapat.
Akhirnya dia berdoa "Ya Tuhan,kalau saya dapat ikan saya berjanji akan menyumbang mesjid.
Saya juga akan berhenti minum alkohol dan judi.".

Rupanya doanya manjur.Selesai berdoa dia dapat ikan banyak sampai perahunya penuh.
Dia pulang kedarat menjual hasil tangkapannya.
Sesudah itu dia pergi minum-minum dan main judi sampai uangnya ludes semua karena kalah.
Dalam keadaan masih setengah mabuk dia pulang kerumah.

Dia mendapati rumahnya sudah habis hangus terbakar.
Seperti tersadarkan barulah dia ingat doa dan janjinya pada Tuhan waktu dilaut.
Mau apalagi uangnya sudah habis.Dan sekarang dia merasa dihukum karena ingkar janji.
Tapi rupanya dia keras kepala tidak mau menerima kenyataan itu.
Dengan ketus dia berkata "Tuhan curang,masak perjanjian dilaut kok dibawa-bawa kedarat".

PELAUT MUDA DAN NENEK TUA

Seorang pelaut muda baru saja membeli sepeda motor baru.
Ia memakai motornya untuk ugal-ugalan dijalanan.
Saat sedang ngebut dijalan raya,ia hampir saja menabrak seorang nenek yang sedang menyeberang jalan.
Karena sudah mabuk (dia barusan minum-minum dengan temannya) dia turun dari motornya dan mendamprat nenek itu.
"Hei nenek bego,kau goblok.Menyeberang jalan aja kau nggak bisa".katanya.
Karena kesal sang nenek pun tidak mau kalah dan berkata"Hei anak muda,kau yang goblok.
Menabrak nenek tua aja kau tidak bisa".

KELAUT LAGI

Sabtu,07 February 2009.
01.00.Start Engine.
01.07.Lepas tali-tali,Maju Penuh.
Running Free Samarinda-Batam.
04.00.Passing tanjung Dewa.
08.15.Passing buoy luar Muara Pegah.
Haluan kelaut lepas tinggalkan sungai Mahakam dan nipah-nipah tujuan Batam.

TIBA DI BATAM

Sabtu,14 February 2009.
00.15.Tiba di Reede teluk Jodoh,Batam.
Maju Pelan,cari posisi untuk berlabuh.
00.35.Letgo Jangkar diluar Sekupang.
00.50.Finish With Engine.Lanjut jaga Laut.
Hmmm,sudah seminggu nggak lihat berita & buka email.
Browsing dulu ah..!

HADIAH MOBIL DALAM KOPI SACHET

Selama ini kita sudah sering menemui atau mengalami hadiah undian palsu.
Ada yang lewat sms. Cara ini mungkin sudah terasa basi tapi masih banyak dipakai orang untuk menipu.
Herannya masih banyak juga yang tertipu dengan jurus yang murah meriah ini.
Yang agak "canggih" adalah menyelipkan kupon hadiah langsung dikotak/dus susu formula atau yang sejenisnya sambil menunggu untuk ditemukan pembeli.

Saya dan teman-teman di mess pernah dapat hadiah langsung tanpa diundi.
Hadiahnya tidak tanggung-tanggung, langsung hadiah utama berupa mobil.
Sekali lagi hadiah benaran, bukan hadiah bohong-bohongan.
Dapat mobil, bukan hadiah kipas angin.

Ceritanya sore itu kita ngumpul di mess.
Kita ngobrol kesana kemari,sambil ngopi dan ngeteh.
Ada teman yang baru datang dia juga mau bikin kopi tapi sudah habis stok di dapur.
Terpaksa dia kewarung lagi beli kopi sachet kesukaannya.
Mereknya nggak usah disebutlah,nanti dikira iklan gratis.

Pas dibuka sachetnya, didalamnya ada kupon berhadiah mobil.
Di dalam sachet lho, bukan di dalam dus karton kayak hadiah palsu.
Kontan saja semua heboh pingin lihat sampai-sampai kopi yang mau dibikin terabaikan.
Yang punya hadiah nggak mau ngasih lihat takut mobilnya direbut orang.

Tapi akhirnya dia membolehkan kita-kita untuk melihat kuponnya.
Kita semua yakin dengan keaslian kuponnya, sebab data-datanya sesuai dengan yang diiklankan di televisi.
Teman-teman pun mulai bertanya kemana alamat untuk mengambil hadiahnya sambil berhayal mobilnya mau diapain.
Mau ambil mobilnya atau uangya aja. Kalau ambil mobilnya,gimana dengan pajaknya.
Boro-boro mau bayar pajaknya yang mencapai 25%,untuk belanja sehari-hari di mess aja keteteran.

Saya yang masih penasaran meneliti kembali kupon tersebut sampai bolak balik.
Dan ternyata kupon tersebut sudah expire alias kadaluarsa.
Sebab disitu tertera batas akhir pengambilan hadiahnya adalah 4 bulan yang lalu.
Itu artinya kupon tersebut sudah tidak berlaku lagi sekarang karena sudah lewat waktunya.
Lebih tepatnya lagi adalah kita gagal dapat mobil baru.