Kapal Mavi Marmara gagal memasuki Gaza karena diserbu dan digiring tentara Israel ke pelabuhan Ashdod,Israel.
Korban jiwa pun tak terelakan dari peristiwa itu.
Tercatat tidak kurang dari 10 jiwa yang melayang karena ditembus peluru yang dilepaskan tentara Israel.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat Nakhoda dan para Relawan yang ada di kapal Rachel Corrie untuk tetap menembus blokade Israel untuk masuk Gaza.
Kapal Rachel Corrie tetap bersikukuh melanjutkan pelayarannya ke Gaza.Sekukuh hati sang gadis yang merelakan nyawanya direnggut buldozer Israel yang namanya di abadikan menjadi nama kapal tersebut.
Derita rakyat Palestina yang kelaparan dan kekurangan obat – obatan di Gaza karena blokade Israel lebih menggugah hati mereka daripada ancaman moncong senjata otomatis yang setiap saat bisa menghabisi nyawa mereka.
Tapi apalah daya,semangat saja tidak cukup untuk menghadapi tentara Israel.
Belum lagi memasuki wilayah yang dituju,kapal angkatan laut Israel kembali mencegatnya.
Tentara Israel kembali membajak dan menguasai kapal itu serta mengalihkannya ke Ashdod.
Sebuah kapal yang membawa bantuan bahan makanan dan obat – obatan sampai harus dicegat oleh lebih dari 1 kapal perang dan penumpangnya diperlakukan tak ubahnya seperti tawanan perang pula.
Kecaman dunia internasional yang mengutuk tindakan tersebut dianggap bagai angin lalu oleh Israel.
Mereka tetap menahan dan menyita muatan kapal itu walau jelas yang dibawa adalah bantuan kemanusian yang berasal dari sumbangan berbagai pihak dari belahan dunia.
Sungguh suatu tindakan yang tentu menurut saya pribadi adalah diluar batas nilai kemanusiaan itu sendiri.
Sama seperti tindakan tentara mereka sewaktu menggilas Rachel Corrie di Gaza dengan buldezer yang merenggut nyawanya.
Tapi percayalah ini hanya pionir dari sejumlah gerakan lainnya yang akan terus berlanjut.
Tidak Ada Relawan WNI Yang Meninggal Dalam Penyerbuan Kapal Mavi Marmara
Setelah sempat simpang siur beritanya,akhirnya dipastikan tidak ada relawan yang berasal dari Indonesia yang jadi korban jiwa dalam penyerbuan tentara Israel ke kapal Mavi Marmara.
Dari 12 warga Indonesia yang ikut dikapal itu semuanya selamat dari maut,walaupun ada 2 orang yang terluka kena peluru tajam.
Berita resmi yang beredar ada 10 korban jiwa yaitu 9 orang warga negara Turki dan 1 orang lagi warga Amerika keturunan Turki.
Tapi menurut pengakuan dan kesaksian relawan dari Kanada,Kevin Neish,korban tewas adalah 16 orang.
Setelah sempat ditahan dan diinterogasi dipenjara Israel akhirnya mereka dibebaskan,dan sudah berada di Amman,Yordania dan diinapkan di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Berikut nama - nama yang sudah dievakusi ke Yordania tersebut :
1.Nur Fitri Moeslim Taher
2.Arief Rachman
3.Abdillah Onim
4.Nur Ikhwan Abadi
5.Muhammad Yasin
6.Ferry Nur
7.Muhendri Muchtar
8.Hardjito Warno
9.Dzikrullah Ramudya
10.Santi Soekanto
Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke Indonesia tapi ada juga yang masih berusaha tetap melanjutkan ke Gaza melalui jalan darat.
Sementara yang terluka yaitu Oktavianto Emil Baharudin dari Kispa dan Surya Fahrizal Aprianus dari Sahabat Al-Aqsha masih dirawat dirumah sakit setempat.
Dari 12 warga Indonesia yang ikut dikapal itu semuanya selamat dari maut,walaupun ada 2 orang yang terluka kena peluru tajam.
Berita resmi yang beredar ada 10 korban jiwa yaitu 9 orang warga negara Turki dan 1 orang lagi warga Amerika keturunan Turki.
Tapi menurut pengakuan dan kesaksian relawan dari Kanada,Kevin Neish,korban tewas adalah 16 orang.
Setelah sempat ditahan dan diinterogasi dipenjara Israel akhirnya mereka dibebaskan,dan sudah berada di Amman,Yordania dan diinapkan di Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Berikut nama - nama yang sudah dievakusi ke Yordania tersebut :
1.Nur Fitri Moeslim Taher
2.Arief Rachman
3.Abdillah Onim
4.Nur Ikhwan Abadi
5.Muhammad Yasin
6.Ferry Nur
7.Muhendri Muchtar
8.Hardjito Warno
9.Dzikrullah Ramudya
10.Santi Soekanto
Selanjutnya mereka akan dipulangkan ke Indonesia tapi ada juga yang masih berusaha tetap melanjutkan ke Gaza melalui jalan darat.
Sementara yang terluka yaitu Oktavianto Emil Baharudin dari Kispa dan Surya Fahrizal Aprianus dari Sahabat Al-Aqsha masih dirawat dirumah sakit setempat.
Tentara Israel Serang Kapal Pembawa Bantuan Untuk Palestina
Sungguh tragis dan sadis.
Kapal “Mavi Marmara” yang membawa muatan bantuan internasional untuk Palestina diserang pasukan Israel.
Penyerangan terjadi diperairan internasional 65 km dari lepas pantai Gaza tanggal 31 Mei 2010.
Akibat serangan tersebut 16 orang relawan meninggal sementara 30 orang lainnya terluka,demikian yang dilaporkan kantor berita Al-Jazeera seperti yang saya dikutip dari tempointeraktif.
RadioTentara israel berdalih penembakan di lakukan karena para relawan menyerang pasukan dengan benda tajam.
Free Gaza Movement yang merupakan penyelenggara misi kemanusiaan ini membantah klaim dari Radio tentara Israel tersebut.
Dari tayangan berita di banyak stasiun televisi,yang nampak adalah para tentara Israel diterjunkan dari heli dan langsung menembaki para penumpang secara membabi - buta.
Kapal Mavi Marmara merupakan 1 dari 6 kapal yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Diantara relawan yang menjadi penumpang kapal tersebut 12 orang yang berasal dari Indonesia,termasuk 5 orang wartawan dan sampai saat ini belum diketahui bagaimana keadaannya.
Kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga yang terbaiklah yang berlaku atas diri mereka.
Kapal “Mavi Marmara” yang membawa muatan bantuan internasional untuk Palestina diserang pasukan Israel.
Penyerangan terjadi diperairan internasional 65 km dari lepas pantai Gaza tanggal 31 Mei 2010.
Akibat serangan tersebut 16 orang relawan meninggal sementara 30 orang lainnya terluka,demikian yang dilaporkan kantor berita Al-Jazeera seperti yang saya dikutip dari tempointeraktif.
RadioTentara israel berdalih penembakan di lakukan karena para relawan menyerang pasukan dengan benda tajam.
Free Gaza Movement yang merupakan penyelenggara misi kemanusiaan ini membantah klaim dari Radio tentara Israel tersebut.
Dari tayangan berita di banyak stasiun televisi,yang nampak adalah para tentara Israel diterjunkan dari heli dan langsung menembaki para penumpang secara membabi - buta.
Kapal Mavi Marmara merupakan 1 dari 6 kapal yang membawa 10 ribu ton bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Diantara relawan yang menjadi penumpang kapal tersebut 12 orang yang berasal dari Indonesia,termasuk 5 orang wartawan dan sampai saat ini belum diketahui bagaimana keadaannya.
Kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga yang terbaiklah yang berlaku atas diri mereka.
Kapal Tanker MT Bunga Kelana 3 Tabrakan dengan MV Waily di Selat Singapura
![]() |
| Lambung kiri kapal MT. Bunga Kelana 3 yang robek ditabrak MV. Waily ( Getty Images ) |
Kecelakaan yang dimaksud adalah tabrakan antara kapal tanker MT Bunga Kelana 3 dengan MV Waily,demikian yang saya kutip dari berita yang dirilis MPA Singapore.
Lokasi kejadian kurang lebih 13 km tenggara Changi East.
Akibat tabrakan tersebut MT Bunga Kelana 3 mengalami robek yang parah dilambung kiri.
Diperkirakan muatan yang tumpah dari tanki yang robek sekitar 2000 ton,dan akan mencemari laut.
Tapi tim tanggap darurat sudah bergerak untuk memantau dan mencegah pencemaran lebih lanjut.
Dilaporkan pula tidak ada korban jiwa atau luka - luka dalam peristiwa yang naas itu.
Penyebab terjadinnya tabrakan masih dalam penyelidikan.
Kedua kapal sudah berlabuh untuk investigasi yang lebih lanjut.
Bersaing Bakar Rumah
Alex punya istri yang tidak mau kalah dalam bersaing.
Tiap kali tetangga sebelahnya beli sesuatu pasti dia merajuk sama suaminya minta dibelikan barang yang sama atau kalau perlu melebihinya.
Tentu saja Alex kelimpungan.
Apalagi dia sekarang menganggur karena baru kena PHK dari kapal tempat dia bekerja.
Bulan kemarin tetangga sebelah beli kulkas model baru,dia minta dibelikan juga walau kulkas di rumah masih bagus.
Terpaksa suaminya menuruti,kalau tidak bakalan ribut tiap hari.
Minggu kemarin tetangga depan beli motor skuter yang khusus buat wanita yang lagi ngetop di iklan tv,istrinya langsung naik darah minta dibelikan juga.Walau harus ngutang terpaksa dia kabulkan juga.
Siang ini pas lagi tidur,dia kaget dengan suara istrinya yang ribut.
Alex pun bertanya ada apa?
Ternyata rumah tetangga sebelah kebakaran dan istrinya salah sangka.
Istrinya mengira rumah itu sengaja dibakar.
Bukannya membantu memadamkan api istrinya malah bawa korek dan bensin dari dapur.
"Untuk apa kau bawa bensin sama korek?”,tanya Alex.
Istrinya yang nggak mau kalah bersaing itu berkata,
''Pak,masak cuma mereka yang bisa bakar rumahnya.Kita juga bisa dong pak'',katanya sambil menyalakan korek api.
Tentu saja Alex langsung marah besar dan tangannya langsung melayang ke muka istrinya.
Istrinya pun terjatuh pingsan kena tinju si Alex.
Uang & Uang
Joni lagi uring - uringan.
Dia kesal karena tiap hari isterinya minta uang terus.
Dia pun curhat pada temannya si Jono.
Katanya ''Aku jengkel,tiap hari isteriku kerjanya minta uang melulu''.
''Wah kacau juga kalau begitu keadaannya,kau harus mengajari isterimu untuk berhemat,jangan boros dalam belanja",kata Jono.
Tapi ngomong - ngomong diapakan saja uangnya sama isterimu,kok sampai minta terus tiap hari,tanya Jono lagi.
''Itulah yang aku tidak tahu,soalnya belum pernah kuberi'',jawab Joni santai.
Jono;....????
Dia kesal karena tiap hari isterinya minta uang terus.
Dia pun curhat pada temannya si Jono.
Katanya ''Aku jengkel,tiap hari isteriku kerjanya minta uang melulu''.
''Wah kacau juga kalau begitu keadaannya,kau harus mengajari isterimu untuk berhemat,jangan boros dalam belanja",kata Jono.
Tapi ngomong - ngomong diapakan saja uangnya sama isterimu,kok sampai minta terus tiap hari,tanya Jono lagi.
''Itulah yang aku tidak tahu,soalnya belum pernah kuberi'',jawab Joni santai.
Jono;....????
INTERNATIONAL CODE OF SIGNALS
Single Letter Signal :
A : I have a diver down,keep clear at slow speed
B : I am taking in, or discharging, or dicarrying dangerous goods.
C : Yes (affirmative or “The significance of the previous group should be read in the affirmative”).
D : Keep clear of me; I am manoeuvring with difficulty.
E : I am altering my course to starboard.
F : I am disabled; communicate with me.
G : I require a pilot.
When made by fishing vessels operating in close proximity on the fishing grounds it means :“I am hauling nets”.
H : I have a pilot on board.
I : I am altering my course to port.
J : Keep well clear of me. I am on fire and have dangerous cargo on board,or I am leaking dangerous cargo.
K : I wish to communicate with you.
L : You should stop your vessel instantly.
M : My vessel is stopped and making no way through the water.
N : No ( negative or “The significance of the previous group should be read in the negative”).
This signal may be given only visually or by sound. For voice or radio transmission the signal should be “NO”.
O : Man overboad.
P : (In harbour) All personal shoul report on board as the vessel is about to proceed to sea.
(At Sea) It may also be used as a sound signal to mean: “I require a pilot”
(At Sea It may be used by fishing vessels to mean: “ My nets have come fast upon an obstruction.
Q : My vessel is “healty” and I request free pratique.
S : I am operating astern propulsion. T : Keep clear of me; I am engaged in pair trawling.
U : You are running into danger.
V : I require assistance.
W : I require medical assistance.
X : Stop carrying out your intentions and watch for my signals.
Y : I am dragging my anchor.
Z : I require a tug.
When made by fishing vessels operating in close proximity on the fishing grounds it means: “ I am shooting nets”.
A : I have a diver down,keep clear at slow speed
B : I am taking in, or discharging, or dicarrying dangerous goods.
C : Yes (affirmative or “The significance of the previous group should be read in the affirmative”).
D : Keep clear of me; I am manoeuvring with difficulty.
E : I am altering my course to starboard.
F : I am disabled; communicate with me.
G : I require a pilot.
When made by fishing vessels operating in close proximity on the fishing grounds it means :“I am hauling nets”.
H : I have a pilot on board.
I : I am altering my course to port.
J : Keep well clear of me. I am on fire and have dangerous cargo on board,or I am leaking dangerous cargo.
K : I wish to communicate with you.
L : You should stop your vessel instantly.
M : My vessel is stopped and making no way through the water.
N : No ( negative or “The significance of the previous group should be read in the negative”).
This signal may be given only visually or by sound. For voice or radio transmission the signal should be “NO”.
O : Man overboad.
P : (In harbour) All personal shoul report on board as the vessel is about to proceed to sea.
(At Sea) It may also be used as a sound signal to mean: “I require a pilot”
(At Sea It may be used by fishing vessels to mean: “ My nets have come fast upon an obstruction.
Q : My vessel is “healty” and I request free pratique.
S : I am operating astern propulsion. T : Keep clear of me; I am engaged in pair trawling.
U : You are running into danger.
V : I require assistance.
W : I require medical assistance.
X : Stop carrying out your intentions and watch for my signals.
Y : I am dragging my anchor.
Z : I require a tug.
When made by fishing vessels operating in close proximity on the fishing grounds it means: “ I am shooting nets”.
DAFTAR SINGKATAN DALAM ISTILAH PELAYARAN
Berikut ini daftar Singkatan yang sering ditemui dalam Istilah Pelayaran :
- AIS : Automatic Identification System
- ALC : Articulated Loading Column
- AMVER : Automated Mutual Assistance Vessel Rescue System
- ASL : Archipelagic Sea Lane
- ATBA : Area To Be Avoided
- ATLAS : Autonomous Temperature Line Acquisition System
- CALM : Catenary Anchor Leg Mooring
- CBM : Conventional Buoy Mooring
- CDC : Certain Dangerous Cargo
- CHA : Competent Harbour Authority
- COTP : Captain of the Port
- CVTS : Co-operative Vessel Traffic System
- DART : Deep-ocean Assessment and Reporting Tsunamis
- DF : Direction Finding
- DG : Degaussing
- DGPS : Differential Global Positioning System
- DPG : Dangerous and Polluting Goods
- DSC : Digital Selective Calling
- DW : Deep Water
- DWT : Deadweight Tonnage
- DZ : Danger Zone
- E : East
- ELSBM : Exposed Location Single Buoy Mooring
- ENE : East Northeast
- EPIRB : Emergency Position Indicating Radio Beacon
- ESE : East Southeast
- ETA : Estimated Time of Arrival
- ETD : Estimated Time of Departure
- FAD : Fish Aggregating Device
- feu : Forty Foot Equivalent Unit
- fm : Fathom(s)
- FPSO : Floating Production Storage and Offloading Vessel
- FPU : Floating Production Unit
- FSO : Floating Storage and Offloding Vessel
- ft : Foot (Feet)
- GMDSS : Global Maritime Distress and Safety System
- GPS : Global Positioning System
- GRT : Gross Register Tonnage
- GT : Gross Tonnage
- HAT : Highest Astronomical Tide
- HF : High Frequency
- hm : Hectometre
- HMS : Her (His) Majesty's Ship
- HP : Horse Power
- hPa : Hectopascal
- HSC : High Speed Craft
- HW : High Water
- IALA : International Association of Lighthouse Authorities
- IHO : International Hydrographic Organization
- IMDG : International Maritime Dangerous Goods
- IMO : International Maritime Organization
- ISPS : International Ship and Port Facility Security Code
- ITCZ : Intertropical Convergence Zone
- ITZ : Inshore Traffic Zone
- JRCC : Joint Rescue Co-0rdination Centre
- kHz : Kilohertz
- km : Kilometre(s)
- kn : Knot(s)
- kW : Kilowatt(s)
- LANBY : Large Automatic Navigation Buoy
- LASH : Lighter Aboard Ship
- LAT : Lowest Astronomical Tide
- LF : Low Frequency
- LHG : Liquefied Hazardous Gas
- LMT : Local Mean Time
- LNG : Liquefied Natural Gas
- LOA : Length Overall
- LPG : Liquefied Petroleum Gas
- LW : Low Water
- mb : Milibar(s)
- MCTS : Marine Communications and Traffic Service Centres
- MF : Medium Frequenncy
- MHz : Megahertz
- MHHW : Mean Higher High Water
- MHLW : Mean Higher Low Water
- MHW : Mean High Water
- MHWN : Mean High Water Neaps
- MHWS : Mean High Water spring
- MLHW : Mean Lower High Water
- MLLW : Mean Lower Low Water
- MLW : Mean Low Water
- MLWN : Mean Lower Water Neaps
- MLWS : Mean Lower Water Spring
- MMSI : Maritime Mobile Sevice Identity
- MRCC : Maritime Rescue Co-ordination Centre
- MRSC : Maritime Rescue Sub-Centre
- MSI : Marine Safety Information
- MSL : Mean Sea Level
- MV : Motor Vessel
- MW : Megawatt(s)
- N : North
- NATO : North Atlantic Treaty Organization
- Navtex : Navigational Telex System
- NE : Northeast
- NNE : North Northeast
- NNW : North Northwest
- No : Number
- NRT : Net Register Tonnage
- NT : Net Tonnage
- NW : Northwest
- ODAS : Ocean Data Acquisition System
- PEC : Pilotage Exemption Certificate
- PEL : Port Entry Light
- PLEM : Pipe Line End Manifold
- PMSC : Port Marine Safety Code
- POL : Petrol,Oil & Lubricants
- PSSA : Particularly Sensitive Sea Areas
- PWC : Personal Watercraft
- RCC : Rescue Co-ordination Centre
- RMS : Royal Mail Ship
- RN : Royal Navy
- RoRo : Roll-on,Roll off
- RT : Radio Telephony
- S : South
- SALM : Single Anchor Leg Mooring System
- SALS : Single Anchored Leg Storage System
- SAR : Search And Rescue
- Satnav : Satellite Navigation
- SBM : Single Buoy Mooring
- SE : Southeast
- SHA : Statutory Harbour Authority
- SPM : Single Point Mooring
- sq : Square
- SRR : Search and Rescue Region
- SS : Steamship
- SSCC : Ship Sanitation Control Certificate
- SSE : South Southeast
- SSCEC : Ship Sanitation Control Exemption Certificate
- SSW : South Southwest
- STL : Submerged Turret Loading
- STS : Ship to Ship
- SW : Southwest
- SWATH : Small Waterplane Area Twin Hull Ship
- teu : Twenty Foot Equvalent Unit
- TRITON : Triangle Trans-Ocean Buoy Network
- TSS : Traffic Separation Scheme
- UHF : Ultra High Frequency
- UKC : Under-kell Clereance
- UKHO : United Kingdom Hydrographic Office
- ULCC : Ultra Large Crude Carrier
- UN : United Nations
- UT : Universal Time
- UTC : Co-ordinated Universal Time
- VDR : Voyage Data Recorder
- VHF : Very High Frequency
- VLCC : Very Large Crude Carrier
- VMRS : Vessel Movement Reporting system
- VTC : Vessel Traffic Centre
- VTMS : Vessel Traffic Management System
- VTS : Vessel Trrafic Services
- W : West
- WGS : World Geodetic System
- WMO : World Meteorological Organization
- WNW : West Northwest
- WSW : West Southwest
- WT : radio (Wireless) Telegraphy
MEMBATASI KEINGINAN ANAK,APAKAH TANDA TAK SAYANG?
Mall Jurong Point.
Saya lagi antri dikasir untuk bayar belanjaan kebutuhan sehari-hari dikapal.
Banyak sekali orang yang antri belanja keperluan rumah tangga..
Mungkin karena 2 minggu lagi tahun baru Imlek.
Didepan saya seorang ibu dengan anaknya yang mungkin berumur 3 tahun.
Karena masih antri sang anak mengambil barang lagi dan menambahkannya ke kereta dorong yang sudah penuh.
Kelihatannya anak itu mengambil lagi sejenis snack,padahal saya lihat sudah banyak yang sejenis diatas trolli belanjaan ibunya.
Melihat anaknya menambah belanjaan,sang ibu menggelengkan kepala tanda tidak setuju.
Anaknya mencoba membujuk dengan bahasa Tionghoa yang tentu saya tidak mengerti.
Tapi ibunya tetap menggeleng tanda tidak mau.
Akhirnya anak itu mengalah dan mengembalikan barang yang dia ambil tadi ke rak tempatnya semula.
Dia kembali lagi ketempat ibunya seolah tidak ada apa-apa dan juga tidak merengek lagi.
Diam-dim saya kagum juga dengan anak kecil itu.
Dia menuruti perintah ibunya tanpa membantah lagi.
Biasanya anak-anak kalau sudah ingin dibelikan sesuatu sangat susah untuk dibantah.
Karena kalau tidak dituruti tentu akan merengek dan menangis.
Tentu kita sebagai orang tua mau tak mau menuruti kemauan sang anak,walau itu kadang tidak baik buat dia.
Membiasakan anak dituruti semua keinginannya tentu bukan suatu hal yang baik.
Sang anak akan terbiasa dan memahami hal itu bahwa apapaun yang diinginkannya akan dituruti.
Bagaimana kalau yang diinginkannya diluar kemampuan kita untuk memenuhinya?
Tentu akan jadi masalah karena sang anak tidak mau tahu dengan keadaan kita karena sudah terbiasa dituruti semua keinginannya.
Hal ini tentu suatu saat akan menimbulkan efek yang tidak baik.
Seperti yang barusan terjadi kalau tidak salah di Medan Sumatera Utara.
Saya lihat diberita televisi,seorang anak nekat melompat dari lantai atas sebuah mall dan tentu saja langsung meninggal.
Ini terjadi hanya karena ibunya menolak keinginannya untuk membelikan sebuah Handphone yang diingikannya
.
Kalau sudah begini,apakah benar tindakan kita memanjakan anak dengan menuruti semua keinginannya?
Singapura,29 Januari 2010.
Saya lagi antri dikasir untuk bayar belanjaan kebutuhan sehari-hari dikapal.
Banyak sekali orang yang antri belanja keperluan rumah tangga..
Mungkin karena 2 minggu lagi tahun baru Imlek.
Didepan saya seorang ibu dengan anaknya yang mungkin berumur 3 tahun.
Karena masih antri sang anak mengambil barang lagi dan menambahkannya ke kereta dorong yang sudah penuh.
Kelihatannya anak itu mengambil lagi sejenis snack,padahal saya lihat sudah banyak yang sejenis diatas trolli belanjaan ibunya.
Melihat anaknya menambah belanjaan,sang ibu menggelengkan kepala tanda tidak setuju.
Anaknya mencoba membujuk dengan bahasa Tionghoa yang tentu saya tidak mengerti.
Tapi ibunya tetap menggeleng tanda tidak mau.
Akhirnya anak itu mengalah dan mengembalikan barang yang dia ambil tadi ke rak tempatnya semula.
Dia kembali lagi ketempat ibunya seolah tidak ada apa-apa dan juga tidak merengek lagi.
Diam-dim saya kagum juga dengan anak kecil itu.
Dia menuruti perintah ibunya tanpa membantah lagi.
Biasanya anak-anak kalau sudah ingin dibelikan sesuatu sangat susah untuk dibantah.
Karena kalau tidak dituruti tentu akan merengek dan menangis.
Tentu kita sebagai orang tua mau tak mau menuruti kemauan sang anak,walau itu kadang tidak baik buat dia.
Membiasakan anak dituruti semua keinginannya tentu bukan suatu hal yang baik.
Sang anak akan terbiasa dan memahami hal itu bahwa apapaun yang diinginkannya akan dituruti.
Bagaimana kalau yang diinginkannya diluar kemampuan kita untuk memenuhinya?
Tentu akan jadi masalah karena sang anak tidak mau tahu dengan keadaan kita karena sudah terbiasa dituruti semua keinginannya.
Hal ini tentu suatu saat akan menimbulkan efek yang tidak baik.
Seperti yang barusan terjadi kalau tidak salah di Medan Sumatera Utara.
Saya lihat diberita televisi,seorang anak nekat melompat dari lantai atas sebuah mall dan tentu saja langsung meninggal.
Ini terjadi hanya karena ibunya menolak keinginannya untuk membelikan sebuah Handphone yang diingikannya
.
Kalau sudah begini,apakah benar tindakan kita memanjakan anak dengan menuruti semua keinginannya?
Singapura,29 Januari 2010.
Sebulan Di Vietnam
![]() |
| Saya dan Alamsyah berfoto di depan pelabuhan Cai Cui,Can Tho - Vietnam |
Sebulan sudah kapal stand by di Can Tho,Vietnam menunggu berita tanpa kepastian.
Sejak rusak mesin induk sebelah kiri otomatis kapal tidak bisa beroperasi lagi dan hanya menunggu keputusan dari kantor di Jakarta.
Rencananya memang akan diperbaiki disini dan sudah dikirim 2 orang mekanik dari Samarinda untuk mengecek kerusakan yang terjadi.
Setelah dilakukan pengecekan ternyata kerusakan yang terjadi cukup parah.
Mengganti sparepart yang rusak hampir sama nilainya dengan membeli mesin baru.
Belum lagi sewa docking yang entah butuh berapa lama.
Bos jadi maju - mundur mau ambil keputusan final.
Jadilah kita terkatung - katung tanpa berita yang pasti entah mau kemana?
Perbaikan di Vietnam,ke Batam atau perbaikan di Samarinda.
Semua serba nggak jelas,karena beritanya berubah terus.
Tiap hari kerjaan kita hanya nongkrong saja dikapal.
Kalau sore paling pergi kekantin didepan pelabuhan Cai Cui,sekedar minum teh botol sambil sesekali menggoda gadis penjaga kantin.
Itupun susah nyambung karena speak yang nggak ketemu.
Paling hanya bisa sepotong kata yang sudah dihafal dengan susah payah dari kamus Vietnamesse - English.
Jalan - jalan ke kota Can Tho juga bisa tapi harus punya modal ekstra.
Soalnya dari pelabuhan ke kota tidak ada angkutan umum,jadi harus naik taksi pulang - pergi.
Belum lagi kalau ingin belanja,masak cuma jalan - jalan saja?
Banyak pernak - pernik yang bisa dibeli untuk dijadikan oleh - oleh kalau nantinya puang kampung.
Tapi semuanya terpulang lagi pada kondisi keuangan.
Maklum kapal sudah sebulan nongkrong disini,pengeluaran harus dihitung sedetail mungkin kalau tidak ingin tekor.
Kalau mau hemat ya nongkrong saja dikapal sambil melihat - lihat perahu yang hilir - mudik di sungai Mekong.
Untung masih bisa facebook-kan dari Hp dengan kartu Viettel,jadi nggak terlalu suntuk tiap harinya.
Hmmmmm,rasanya sudah tak sabar lagi untuk berlayar.
Tapi mau bagaimana lagi,kondisi mesin kapal yang rusak masih perlu perbaikan.
Tapi sampai kapan kita akan disini?
Mana sudah dekat bulan puasa lagi.
Apa kita harus puasa dan lebaran di Vietnam?
Sejak rusak mesin induk sebelah kiri otomatis kapal tidak bisa beroperasi lagi dan hanya menunggu keputusan dari kantor di Jakarta.
Rencananya memang akan diperbaiki disini dan sudah dikirim 2 orang mekanik dari Samarinda untuk mengecek kerusakan yang terjadi.
Setelah dilakukan pengecekan ternyata kerusakan yang terjadi cukup parah.
Mengganti sparepart yang rusak hampir sama nilainya dengan membeli mesin baru.
Belum lagi sewa docking yang entah butuh berapa lama.
Bos jadi maju - mundur mau ambil keputusan final.
Jadilah kita terkatung - katung tanpa berita yang pasti entah mau kemana?
Perbaikan di Vietnam,ke Batam atau perbaikan di Samarinda.
Semua serba nggak jelas,karena beritanya berubah terus.
Tiap hari kerjaan kita hanya nongkrong saja dikapal.
Kalau sore paling pergi kekantin didepan pelabuhan Cai Cui,sekedar minum teh botol sambil sesekali menggoda gadis penjaga kantin.
Itupun susah nyambung karena speak yang nggak ketemu.
Paling hanya bisa sepotong kata yang sudah dihafal dengan susah payah dari kamus Vietnamesse - English.
Jalan - jalan ke kota Can Tho juga bisa tapi harus punya modal ekstra.
Soalnya dari pelabuhan ke kota tidak ada angkutan umum,jadi harus naik taksi pulang - pergi.
Belum lagi kalau ingin belanja,masak cuma jalan - jalan saja?
Banyak pernak - pernik yang bisa dibeli untuk dijadikan oleh - oleh kalau nantinya puang kampung.
Tapi semuanya terpulang lagi pada kondisi keuangan.
Maklum kapal sudah sebulan nongkrong disini,pengeluaran harus dihitung sedetail mungkin kalau tidak ingin tekor.
Kalau mau hemat ya nongkrong saja dikapal sambil melihat - lihat perahu yang hilir - mudik di sungai Mekong.
Untung masih bisa facebook-kan dari Hp dengan kartu Viettel,jadi nggak terlalu suntuk tiap harinya.
Hmmmmm,rasanya sudah tak sabar lagi untuk berlayar.
Tapi mau bagaimana lagi,kondisi mesin kapal yang rusak masih perlu perbaikan.
Tapi sampai kapan kita akan disini?
Mana sudah dekat bulan puasa lagi.
Apa kita harus puasa dan lebaran di Vietnam?
TROUBLE ENGINE JILID III - GAME OVER
Can Tho 16 Juli 2009.
Setelah dipontang - panting ombak selama 6 hari 6 malam sampai juga kapal dimuara Can Tho.
Lumayan juga ombaknya,mencapai 4 - 5 meter.
Kapal - kapal kecil jenis Tug Boat yang menarik tongkang pasir yang mau keluar dari Vietnam dilarang berlayar karena ombak dianggap cukup berbahaya bagi pelayaran.
Sudah sore kapal kita mulai masuk alur sungai Mekong setelah minta ijin ke kepanduan setempat.
Memang biasa dari laut menuju kepanduan Tug Boat tidak dipandu.
Dari stasion Pilot barulah pandunya naik sampai dilokasi muat di Can Tho Port.
Menjelang Isya kapal sampai di stasion Pilot dan berlabuh menunggu untuk dipandu masuk besok pagi.
Subuh menjelang pagi pandu naik dan kapal melanjutkan pelayaran.
Tapi belum satu jam berlayar mesin induk kiri mati dan susah distart kembali.
Untung saja pandunya tidak rewel dan mau melanjutkan perjalanan dengan satu mesin saja.
Sampai kapal tiba dan berlabuh Cai Cui port pun mesin tetap tidak bisa distart lagi walau sudah diusahakan dengan segala cara.
Setelah kapal berlabuh dengan aman barulah dilakukan pengecekan mendetail terhadap mesin induk kiri.
Hasilnya adalah mesin rusak berat dan harus ganti crankshaft.
Semua kru terlihat loyo mendengar berita itu,karena berarti kapal harus masuk dok lagi untuk ganti crankshaft atau sekalian ganti mesin.
Masing - masing dengan jalan pikirannya sendiri -sendiri.
Itu karena harus nongkrong lagi di dok untuk menunggu pemasangan mesin baru.
Setelah tertatih - tatih selama enam bulan dan selalu mengalami problem setiap trip,akhirnya mesin rusak permanen.
Satu hal yang patut disyukuri walau dalam keadan begini adalah,mesin tidak mengalami kerusakan dilaut saat ombak sedang mengamuk waktu kita dalam pelayaran dari Singapore ke Vietnam.
Kalau kerusakan terjadi dilaut,belum tahu bagaimana keadaan akhirnya.
Dengan running dua mesin saja kapal cuma merayap karena dihajar ombak,apalagi cuma jalan dengan satu mesin.
Bisa - bisa kita terdampar entah kemana.
Setelah semuanya dicek dengan baik,hasilnya dilaporkan kekantor di Jakarta.
Keputusannya adalah menunggu mekanik untuk datang ke Vietnam mengecek kerusakan dan akan ditentukan kemana kapal akan dok.
Yah,berakhir sudah perjalanan yang panjang dan melelahkan selama ini.
Tapi ujungnya belum bisa ditebak akan mengarah kemana?
Setelah dipontang - panting ombak selama 6 hari 6 malam sampai juga kapal dimuara Can Tho.
Lumayan juga ombaknya,mencapai 4 - 5 meter.
Kapal - kapal kecil jenis Tug Boat yang menarik tongkang pasir yang mau keluar dari Vietnam dilarang berlayar karena ombak dianggap cukup berbahaya bagi pelayaran.
Sudah sore kapal kita mulai masuk alur sungai Mekong setelah minta ijin ke kepanduan setempat.
Memang biasa dari laut menuju kepanduan Tug Boat tidak dipandu.
Dari stasion Pilot barulah pandunya naik sampai dilokasi muat di Can Tho Port.
Menjelang Isya kapal sampai di stasion Pilot dan berlabuh menunggu untuk dipandu masuk besok pagi.
Subuh menjelang pagi pandu naik dan kapal melanjutkan pelayaran.
Tapi belum satu jam berlayar mesin induk kiri mati dan susah distart kembali.
Untung saja pandunya tidak rewel dan mau melanjutkan perjalanan dengan satu mesin saja.
Sampai kapal tiba dan berlabuh Cai Cui port pun mesin tetap tidak bisa distart lagi walau sudah diusahakan dengan segala cara.
Setelah kapal berlabuh dengan aman barulah dilakukan pengecekan mendetail terhadap mesin induk kiri.
Hasilnya adalah mesin rusak berat dan harus ganti crankshaft.
Semua kru terlihat loyo mendengar berita itu,karena berarti kapal harus masuk dok lagi untuk ganti crankshaft atau sekalian ganti mesin.
Masing - masing dengan jalan pikirannya sendiri -sendiri.
Itu karena harus nongkrong lagi di dok untuk menunggu pemasangan mesin baru.
Setelah tertatih - tatih selama enam bulan dan selalu mengalami problem setiap trip,akhirnya mesin rusak permanen.
Satu hal yang patut disyukuri walau dalam keadan begini adalah,mesin tidak mengalami kerusakan dilaut saat ombak sedang mengamuk waktu kita dalam pelayaran dari Singapore ke Vietnam.
Kalau kerusakan terjadi dilaut,belum tahu bagaimana keadaan akhirnya.
Dengan running dua mesin saja kapal cuma merayap karena dihajar ombak,apalagi cuma jalan dengan satu mesin.
Bisa - bisa kita terdampar entah kemana.
Setelah semuanya dicek dengan baik,hasilnya dilaporkan kekantor di Jakarta.
Keputusannya adalah menunggu mekanik untuk datang ke Vietnam mengecek kerusakan dan akan ditentukan kemana kapal akan dok.
Yah,berakhir sudah perjalanan yang panjang dan melelahkan selama ini.
Tapi ujungnya belum bisa ditebak akan mengarah kemana?
VIETTEL IS THE BEST

Dengan lahap saya menghabiskan sarapan pagi saya di KFC Vinatex Plaza.
Satu butir nasipun nggak ada yang tersisa,ludes semuanya.
Bagaimana nggak lahap makannya kalau sarapan pagi jam setengah sepuluh.
Tadi dari hotel hanya minum kopi sama roti saja.Cari makanan di Can Tho sangat susah.
Rumah makan dan restoran memang banyak tapi cari menu yang halal untuk muslim boleh dibilang nggak ada.
Salah masuk restoran anda akan dapat menu Thit heo atau babi.
Saya tadi keluar dari Hotel jam 08.00.
Tujuannya ke kantor operator Vinaphone untuk setting Hp.
Juga sekalian register nomor supaya bisa dipakai buat internetan.
Karena nggak tahu harus kemana saya minta diantar Mr.Hay,pegawai hotel yang lagi stand by pagi itu.
Ternyata malah diantar ke Mobifone.
Setelah puas bolak-balik Hp saya CSnya malah mengatakan,''Your phone cannot to be use for internet in Vietnam''.
Ah masak sih,batin saya dalam hati.
Dari situ kita meluncur cari kantor Vinaphone.
Saya kasih saja Hp saya sama Hay supaya lebih gampang urusannya.
Agak lama juga menunggu karena harus antri,dan hasilnya adalah nol.
Hay mengatakan sama saya tidak bisa disetting.
Apa boleh buat terpaksa kita pulang.
Karena sudah lapar saya minta diantar ke Vinatex Plaza untuk cari sarapan.
Selesai sarapan saya buka Hp saya.
Saya keluarkan Simcard Vinaphone dan saya ganti dengan Simcard Viettel.
Sesudah itu saya langsung keluar mencari taksi untuk pergi ke kantor Viettel.
Kebetulan ada taksi yg sedang nongkrong.
Saya menjelaskan kemana tujuan saya tapi sang sopir agak bingung.
Terpaksa minta pulpen dan kertas padanya.
Saya tulis "Office Viettel" dan diapun paham kemana tujuan saya.
15 menit perjalanan sampai ke tempat yg di tuju.
Saya lihat sebuah gedung dengan logo "VIETTEL".
Tidak salah lagi ini yang saya cari.
Argo taksi menunjukkan 17.000 Dong.
Saya kasih aja 20.000 Dong dan saya nggak minta lagi kembaliannya,
(10.000 Dong = rp.7.000)
Ruang CSR kayaknya dilantai dua karena saya lihat ada tamu yang keluar masuk.
Saya ikut naik keatas.CS yg melayani pelanggan hanya dua orang saja,jadi saya ikut antri lagi.
Begitu tiba giliran,saya maju ke meja CS perempuan yang kelihatannya masih gadis.
Dia menyapa saya dengan bahasa Vietnam yang saya nggak tahu artinya,tapi bisa saya kira2 mungkin aja dia tanya apa keperluan saya.
Saya langsung menyapa dalam bahasa inggris 'Good Morning' supaya dia tahu saya bukan penduduk lokal.
Dia membalas sapaan saya dan bertanya 'What can I help You?
Saya jelaskan saya butuh settingan HP untuk koneksi internet & register nomor.
Saya sudah coba setting automatic dan daftar lewat sms tapi gagal terus.
Lama dia mengamati Hp saya dengan agak ragu.
Saya melihat gelagat dia akan mengembalikan Hp saya karena mungkin susah settingnya.
Maka saya pun pasang tampang memelas supaya dia merasa kasihan.
Dia menanyakan merek dan tipe Hp saya.Saya pakai Hp HTC Touch Diamond.
Sejenak dia membuka file dikomputernya dan setelah dapat yang dicari dia memutar monitor kearah saya dan bertanya apakah betul seperti yang nampak.
Saya iya saja karena melihat dimonitor ada merek Hp saya.
Saya serahkan Hp saya padanya untuk disetting tapi dia agak kesulitan mengoperasikannya jadi dia kasih kembali sama saya.
Dia menjelaskan bagian mana yang harus disetting berdasarkan data dari komputer dan saya mengikuti intruksinya.
Beruntung saya pernah menyetting Hp O2 saya secara manual di CSR Indosat Samarinda.
Jadi saya tahu caranya sebab nggak jauh beda,hanya yang data yang diinput mengikuti operator masing2.
Nomor saya didaftar juga dan terakhir setting kartu dengan cara kirim sms "GPRS" ke nomor 192.
Setelah ada balasan langsung saya coba untuk buka Detikcom,dan koneksinya berjalan bagus.
Saya coba juga untuk buka Google dan hasilnya memuaskan.
Tentu saja saya senang sekali.
Saya ucapkan Thanks You Very - very much buat dia.
Sebenarnya saya ingin minta permisi untuk mengambil fotonya untuk diposting ke blog ini.
Tapi sudah ada pelanggan yang antri jadi saya urungkan.
Saya juga nggak tahu apa dia bersedia difoto atau tidak.
Parahnya lagi saya lupa juga minta alamat emailnya.
Yah nggak apalah,yang penting Hp saya sudah oke untuk koneksi internet di Vietnam.
TROUBLE ENGINE JILID II
Can Tho,Vietnam 02 April 2009.
Jam 06.00.kapal berangkat tujuan Singapore menarik barge Sinar Anugerah 01.
Passing buoy nomor 21 kepanduan sudah jam 21.30.
Air pasang puncak jam 18.00 berarti sekarang air bergerak surut.
Sudah terlambat untuk langsung keluar muara ke buoy luar.
Terpaksa berputar-putar menunggu air pasang besok pagi jam 10.00 karena kalau berlabuh jangkar kapal nggak kuat menahan tongkang dengan muatan 8000 ton lebih,sudah pasti hanyut terus.
Jam 04.00 pagi air pasang bergerak masuk,kapal lanjut keluar dari alur.
Ada 8 kapal tug boat yang tarik tongkang pasir beriringan keluar termasuk kapal kita.
Semua menunggu air pasang karena kedalaman air di buoy no.7/8 hanya 2 meter lebih.
Ditambah air pasang top 3.4 meter pada jam 10.00 pagi jadi kedalamannya sekitar 6 meter saja.
Jadi pas-pasan saja dengan draft tongkang yang 5,5 meter.
Kalau terlambat keluar dijamin bisa kandas lagi.
Semua kapal bergerak merayap bagai siput dengan kecepatan hanya 1-2 knot saja.
Air pasang deras masuk,ditambah lagi dengan cuaca yang berombak.
Jam 10.15 sudah lewat buoy no.7& 8 yang dangkal,berarti bisa mulus keluar.
Di luar alur buoy no.7& 8 ada kapal kargo yang kandas sedang ditarik Tug Boat.
Nampaknya dia jatuh ke sisi kanan alur dan langsung kandas.
Jam 13.00 lepas dari buoy luar langsung towing panjang.
Cuaca laut tidak bersahabat,ombak sekitar 2 meteran.
Sebenarnya ombak segini tidak besar untuk ukuran kapal-kargo,tapi buat Tug Boat macam kapal kita yg panjang cuma +30an meter ombak segini sudah terasa lumayan mengguncang kapal & mengocok isi perut sampai keluar.
Saya bersyukur saja sebab kemarin waktu saya cek di situs bmg,perkiraan ombak hari ini sampai lusa mencapai 3,5 mtr untuk laut cina selatan sampai ke muara sungai mekong,Vietnam tempat kita keluar.
Hari kedua dan ketiga cuaca tidak banyak berubah dengan ombak yang menghajar dari lambung kiri kapal.
Kecepatan kapal hanya berkisar 3-4 knot saja.Tidak bisa naik ke 5 knot walau rpm sudah sampai limit maksimal,maklum mesin tua.
Hari ke 4 pelayaran tanggal 05 April jam 14.10 menit posisi 06° 26,9' N/105° 43,3' E mesin induk kanan rusak.
Setelah dicek ternyata ada kebocoran seal & bbm masuk ke karter bercampur dgn oli.
Memang bisa diperbaiki tapi stok oli dikapal tidak mencukupi lagi.
Jadi sama saja nggak bisa di fungsikan.
Mau nggak mau harus minta kiriman dari darat.
Mau menghubungi kantor tapi telepon satelit tidak dapat sinyal.
Jadi kirim berita lewat stasiun Radio Pantai dan beritanya diteruskan ke kantor.
Supply oli akan dikirim lewat kapal yang satu perusahaan yg tujuan ke Vietnam.
Sementara kita jalan dengan mesin kiri saja.
Jam 18.50 mesin induk kiri ikut-ikutan yang kanan,Mogok juga alias rusak.
Kapal terapung-apung dilaut Cina Selatan.
Wah,ini baru mati gaya.
Kalau nggak bisa diperbaiki lagi apa kita harus terombang-ambing menunggu bantuan datang.
Terus sampai kapan?
Orang-orang mesin repot membenahi kerusakannya.
Untungnya masih bisa dihidupkan dan dipakai lagi.
Jam 19.25 mesin induk kiri bisa di start lagi dan kita lanjut pelayaran.
Tanggal 09 April 2009 jam 08.35 kapal yg membawa oli yang kita butuhkan sampai di posisi kita.
Olinya terpaksa dipompa aja dari kapal sebelah karena tidak bisa dinaikkan dgn drumnya.
Cuaca masih kurang baik dan tidak ada cranne untuk transfer muatan.
Jam 11.30 masing-masing kapal melanjutkan perjalanan karena sudah selesai transfer oli.
Sore hari mesin induk kanan sudah bisa distart dan kapal jalan dgn 2 mesin.
Jam 24.00 saya bangun untuk jaga sampai jam 04.00.
Dan mesin induk kanan sudah nggak hidup lagi.
Rupanya sudah rusak lagi.....
Jam 06.00.kapal berangkat tujuan Singapore menarik barge Sinar Anugerah 01.
Passing buoy nomor 21 kepanduan sudah jam 21.30.
Air pasang puncak jam 18.00 berarti sekarang air bergerak surut.
Sudah terlambat untuk langsung keluar muara ke buoy luar.
Terpaksa berputar-putar menunggu air pasang besok pagi jam 10.00 karena kalau berlabuh jangkar kapal nggak kuat menahan tongkang dengan muatan 8000 ton lebih,sudah pasti hanyut terus.
Jam 04.00 pagi air pasang bergerak masuk,kapal lanjut keluar dari alur.
Ada 8 kapal tug boat yang tarik tongkang pasir beriringan keluar termasuk kapal kita.
Semua menunggu air pasang karena kedalaman air di buoy no.7/8 hanya 2 meter lebih.
Ditambah air pasang top 3.4 meter pada jam 10.00 pagi jadi kedalamannya sekitar 6 meter saja.
Jadi pas-pasan saja dengan draft tongkang yang 5,5 meter.
Kalau terlambat keluar dijamin bisa kandas lagi.
Semua kapal bergerak merayap bagai siput dengan kecepatan hanya 1-2 knot saja.
Air pasang deras masuk,ditambah lagi dengan cuaca yang berombak.
Jam 10.15 sudah lewat buoy no.7& 8 yang dangkal,berarti bisa mulus keluar.
Di luar alur buoy no.7& 8 ada kapal kargo yang kandas sedang ditarik Tug Boat.
Nampaknya dia jatuh ke sisi kanan alur dan langsung kandas.
Jam 13.00 lepas dari buoy luar langsung towing panjang.
Cuaca laut tidak bersahabat,ombak sekitar 2 meteran.
Sebenarnya ombak segini tidak besar untuk ukuran kapal-kargo,tapi buat Tug Boat macam kapal kita yg panjang cuma +30an meter ombak segini sudah terasa lumayan mengguncang kapal & mengocok isi perut sampai keluar.
Saya bersyukur saja sebab kemarin waktu saya cek di situs bmg,perkiraan ombak hari ini sampai lusa mencapai 3,5 mtr untuk laut cina selatan sampai ke muara sungai mekong,Vietnam tempat kita keluar.
Hari kedua dan ketiga cuaca tidak banyak berubah dengan ombak yang menghajar dari lambung kiri kapal.
Kecepatan kapal hanya berkisar 3-4 knot saja.Tidak bisa naik ke 5 knot walau rpm sudah sampai limit maksimal,maklum mesin tua.
Hari ke 4 pelayaran tanggal 05 April jam 14.10 menit posisi 06° 26,9' N/105° 43,3' E mesin induk kanan rusak.
Setelah dicek ternyata ada kebocoran seal & bbm masuk ke karter bercampur dgn oli.
Memang bisa diperbaiki tapi stok oli dikapal tidak mencukupi lagi.
Jadi sama saja nggak bisa di fungsikan.
Mau nggak mau harus minta kiriman dari darat.
Mau menghubungi kantor tapi telepon satelit tidak dapat sinyal.
Jadi kirim berita lewat stasiun Radio Pantai dan beritanya diteruskan ke kantor.
Supply oli akan dikirim lewat kapal yang satu perusahaan yg tujuan ke Vietnam.
Sementara kita jalan dengan mesin kiri saja.
Jam 18.50 mesin induk kiri ikut-ikutan yang kanan,Mogok juga alias rusak.
Kapal terapung-apung dilaut Cina Selatan.
Wah,ini baru mati gaya.
Kalau nggak bisa diperbaiki lagi apa kita harus terombang-ambing menunggu bantuan datang.
Terus sampai kapan?
Orang-orang mesin repot membenahi kerusakannya.
Untungnya masih bisa dihidupkan dan dipakai lagi.
Jam 19.25 mesin induk kiri bisa di start lagi dan kita lanjut pelayaran.
Tanggal 09 April 2009 jam 08.35 kapal yg membawa oli yang kita butuhkan sampai di posisi kita.
Olinya terpaksa dipompa aja dari kapal sebelah karena tidak bisa dinaikkan dgn drumnya.
Cuaca masih kurang baik dan tidak ada cranne untuk transfer muatan.
Jam 11.30 masing-masing kapal melanjutkan perjalanan karena sudah selesai transfer oli.
Sore hari mesin induk kanan sudah bisa distart dan kapal jalan dgn 2 mesin.
Jam 24.00 saya bangun untuk jaga sampai jam 04.00.
Dan mesin induk kanan sudah nggak hidup lagi.
Rupanya sudah rusak lagi.....
MESIN KETIK TINTA MERAH
Seorang pelaut baru saja kembali kerumah setelah lama berlayar jauh.
Tentu saja dia ingin segera bermesraan dengan isterinya.
Tapi dirumah masih banyak tamu dan isterinya malah sibuk didapur.
Untuk menyiasatinya dia menyuruh anaknya yang masih kecil.
''Nak,kasih tahu sama Mama,Papa mau pake mesin ketik sekarang'',katanya.
Itu adalah kode rahasia jika mereka mau bermesraan.
Sang anak pergi menyampaikan pesan itu kepada ibunya.
Tidak lama kemudian anaknya kembali dan berkata,Pa,Mama bilang mesin ketiknya belum bisa dipakai.
Tinta merahnya belum habis,tiga hari lagi baru oke''.
Mendengar hal itu tentu saja dia lemas karena tahu apa maksud isterinnya.
Anaknya saja yang bingung sebab dirumah tidak ada mesin ketik.
Tiga hari kemudian giliran ibunya yang memanggil anaknya.
''Kasih tahu sama Papa kalau mesin ketiknya sudah bagus sekarang.
Tinta merahnya sudah hilang dan sudah bisa dipakai''.
Anaknya pun pergi menyampaikan pesan itu kepada Bapaknya.
Sang Bapak berkata,'' Bilang sama Mama kalau Papa sudah selesai
menulis pakai tangan''.
Tentu saja dia ingin segera bermesraan dengan isterinya.
Tapi dirumah masih banyak tamu dan isterinya malah sibuk didapur.
Untuk menyiasatinya dia menyuruh anaknya yang masih kecil.
''Nak,kasih tahu sama Mama,Papa mau pake mesin ketik sekarang'',katanya.
Itu adalah kode rahasia jika mereka mau bermesraan.
Sang anak pergi menyampaikan pesan itu kepada ibunya.
Tidak lama kemudian anaknya kembali dan berkata,Pa,Mama bilang mesin ketiknya belum bisa dipakai.
Tinta merahnya belum habis,tiga hari lagi baru oke''.
Mendengar hal itu tentu saja dia lemas karena tahu apa maksud isterinnya.
Anaknya saja yang bingung sebab dirumah tidak ada mesin ketik.
Tiga hari kemudian giliran ibunya yang memanggil anaknya.
''Kasih tahu sama Papa kalau mesin ketiknya sudah bagus sekarang.
Tinta merahnya sudah hilang dan sudah bisa dipakai''.
Anaknya pun pergi menyampaikan pesan itu kepada Bapaknya.
Sang Bapak berkata,'' Bilang sama Mama kalau Papa sudah selesai
menulis pakai tangan''.
ROUTE MASUK ALUR MUARA CAN THO - VIETNAM
Posisi Buoy 0/Buoy Luar :
09° 30.633' N
106° 30.540' E
WAYPOINT/ROUTE :
No.1.Buoy 0 lewat sisi kiri :
09° 30.100' N
106° 30.894' E
No.2.Buoy No.1 - 2 :
09° 30.412' N
106° 29.704' E
No.3.Buoy No.3 - 4 :
09° 30.394' N
106° 27.803' E
No.4.Buoy No.5 - 6 :
09° 30.375' N
106° 26.700' E
No.5.Buoy No.7 - 8 :
09° 30.351' N
106° 25.602' E
No.6.Buoy No.9 - 10 :
09° 30.046' N
106° 24.879' E
No.7.Buoy No.11 - 12 :
09° 29.757' N
106° 24.094' E
No.8.Buoy No.13 - 14 :
09° 29.454' N
106° 23.445' E
No.9.Buoy No.16 :
09° 29.803' N
106° 23.014' E
No.10.Buoy No.18 :
09° 30.333' N
106° 22.388' E
No.11.Buoy No.20 :
09° 30.767' N
106° 22.066' E
No.12.Buoy No.15 :
09° 31.256' N
106° 21.587' E
No.13.Buoy No.22 :
09° 31.845' N
106° 21.057' E
No.14.Buoy No.17 - 24 :
09° 32.570' N
106° 20.293' E
No.15.Buoy No.26 :
09° 32.951' N
106° 19.920' E
No.16.Buoy No.19 - 28 :
09° 34.046' N
106° 18.935' E
No.17.Buoy No.21 - 30 :
09° 34.855' N
106° 17.981' E
No.18.Buoy No.23 - 32 :
09° 35.550' N
106° 16.528' E
-Waypoint diatas adalah untuk dipakai sendiri.
-Jika ada yang membutuhkan sebagai pedoman,boleh mengkopi asal mencantumkan sumber.
-Koreksi dibutuhkan mengingat bisa jadi ada kesalahan posisi yg dibuat penulis.
-Mungkin sekali bisa terjadi pergeseran posisi Buoy karena terserset tongkang atau perubahan alur.
-Waypoint diupdate terakhir tanggal 16 Juli 2009 saat masuk muara.
-Sebelum masuk alur muara,lapor dulu ke Can Tho pilot station
di Channel 16 radio VHF untuk minta ijin masuk alur.
-Kalau diijinkan,kapal masuk sendiri sampai buoy no.23.
-Menunggu Pandu naik,berlabuh dibuoy No.23/Pandu naik dibuoy No.23.
-Pandu naik dan kapal akan dipandu sampai dilokasi muat Can Tho port.
09° 30.633' N
106° 30.540' E
WAYPOINT/ROUTE :
No.1.Buoy 0 lewat sisi kiri :
09° 30.100' N
106° 30.894' E
No.2.Buoy No.1 - 2 :
09° 30.412' N
106° 29.704' E
No.3.Buoy No.3 - 4 :
09° 30.394' N
106° 27.803' E
No.4.Buoy No.5 - 6 :
09° 30.375' N
106° 26.700' E
No.5.Buoy No.7 - 8 :
09° 30.351' N
106° 25.602' E
No.6.Buoy No.9 - 10 :
09° 30.046' N
106° 24.879' E
No.7.Buoy No.11 - 12 :
09° 29.757' N
106° 24.094' E
No.8.Buoy No.13 - 14 :
09° 29.454' N
106° 23.445' E
No.9.Buoy No.16 :
09° 29.803' N
106° 23.014' E
No.10.Buoy No.18 :
09° 30.333' N
106° 22.388' E
No.11.Buoy No.20 :
09° 30.767' N
106° 22.066' E
No.12.Buoy No.15 :
09° 31.256' N
106° 21.587' E
No.13.Buoy No.22 :
09° 31.845' N
106° 21.057' E
No.14.Buoy No.17 - 24 :
09° 32.570' N
106° 20.293' E
No.15.Buoy No.26 :
09° 32.951' N
106° 19.920' E
No.16.Buoy No.19 - 28 :
09° 34.046' N
106° 18.935' E
No.17.Buoy No.21 - 30 :
09° 34.855' N
106° 17.981' E
No.18.Buoy No.23 - 32 :
09° 35.550' N
106° 16.528' E
-Waypoint diatas adalah untuk dipakai sendiri.
-Jika ada yang membutuhkan sebagai pedoman,boleh mengkopi asal mencantumkan sumber.
-Koreksi dibutuhkan mengingat bisa jadi ada kesalahan posisi yg dibuat penulis.
-Mungkin sekali bisa terjadi pergeseran posisi Buoy karena terserset tongkang atau perubahan alur.
-Waypoint diupdate terakhir tanggal 16 Juli 2009 saat masuk muara.
-Sebelum masuk alur muara,lapor dulu ke Can Tho pilot station
di Channel 16 radio VHF untuk minta ijin masuk alur.
-Kalau diijinkan,kapal masuk sendiri sampai buoy no.23.
-Menunggu Pandu naik,berlabuh dibuoy No.23/Pandu naik dibuoy No.23.
-Pandu naik dan kapal akan dipandu sampai dilokasi muat Can Tho port.
ARTI SEBUAH NAMA
Apalah artinya sebuah nama, demikian kata seorang pujangga terkenal.
Mungkin karena sudah terkenal sehingga dia merasa tidak memerlukan nama lagi.
Tetapi bagaimana jika seseorang atau sesuatu itu tidak punya nama?
Bagaimana kita harus menyebut atau memanggilnya?
Nama adalah identitas yang melekat pada tiap sesuatu, baik itu benda, tumbuhan, hewan apalagi manusia.
Banyak orang yang berharap namanya terkenal dan dikenal dimana-mana.
Dengan banyak cara dia berusaha mewujudkan hal tersebut sampai melakukan hal-hal yang aneh atau kontroversial.
Tapi ada juga orang yang sudah terkenal sampai harus menyembunyikan diri dari publik.
Ketenaran malah dianggap mengganggu privasinya, padahal itu yang diharapkannya dulu.
Saya punya pengalaman menarik yang berhubungan dengan nama seseorang selama dalam perjalanan menggunakan kapal penumpang Pelni.
Suatu waktu saya pulang kampung karena cuti.
Dari Samarinda saya beli tiket di travel sekalian diantar dengan mobil travelnya ke pelabuhan supaya tidak repot.
Kebetulan penumpang yang diantar mobil travel cuma 3 orang, 1 orang tua laki - laki, seorang gadis, dan saya.
Dalam perjalanan sang orang tua membenahi koper yang ada tulisan nama perempuan, "NURHAYATI" (bukan nama sebenarnya).
Dia mencabut lagi nama yang terselip di plastik koper itu, melipat dan memasukkannya lagi.
Sekilas saya memperhatikan dan sekarang yang nampak adalah "Dra.NURHAYA".
Saya mengerti sekarang bahwa sang gadis yang mungkin anaknya itu adalah seorang "Doktoranda".
Tapi demi untuk memunculkan gelar sang anak, namanya jadi "NURHAYA" bukan lagi "NURHAYATI" karena tempat untuk menyelipkan stiker nama terbatas.
Apa boleh buat supaya gelar dikenal orang, maka nama yang harus jadi korban.
Sang gadis hanya memperhatikan saja apa yang dikerjakan orang tua itu tanpa reaksi apa-apa.
Di pelabuhan Kwandang, kapal baru saja berangkat dan penumpang kelas ekonomi masih sibuk mencari tempat.
Tiba-tiba terdengar pengumuman dari ruang infomasi "Mohon perhatian,anggota DPRD dari kabupaten ....(disebut nama kabupatennya) ditunggu temannya di ruang infomasi deck lantai 5.
Wah, apakah orang yang memanggil itu tidak bisa membedakan ruang sidang DPRD dengan kapal.
Menurut saya semua status orang di atas kapal ini hanya terbagi 3 jenis yaitu kru kapal, penumpang resmi dan penumpang gelap.
Kok keanggotaan DPRD sampai dibawa-bawa kesini? Apakah tidak bisa dipanggil saja nama orangnya?
Atau apakah sedang ada studi banding di atas kapal?
Saya hanya bisa terheran-heran saja mendengarnya.
Suatu waktu di pelabuhan Pantoloan masih dengan kapal pelni saya punya pengalaman lain lagi.
Kapal akan berangkat dan dari ruang infomasi ada pengumuman supaya pengantar dan penjemput segera disuruh turun supaya tidak terbawa dikapal.
Tiba-tiba ada pengumuman lain yang menarik perhatian saya.
Bunyinya adalah "Mohon perhatian,anak walikota ...(disebut nama kotanya) ditunggu temannya di ruang infomasi deck lantai 4, terimakasih.
Saya jadi bertanya dalam hati apakah anak itu tidak punya nama.
Atau betulkah yang memanggil itu adalah temannya, sebab kalau memang temannya tentu dia tahu nama yang harus dia panggil.
Lho kalau anak walikota ada 3 orang yang ada di atas kapal apakah semua harus datang?
Bagaimana pula perasaan orang yang dipanggil itu?
Apakah dia merasa bangga seluruh penumpang kapal tahu statusnya sebagai anak walikota atau malah tersinggung karena jabatan bapaknya dibawa-bawa sampai ke sini.
Saya jadi berfikir kalau ada anak seorang tukang becak di kapal ini dan temannya mencarinya apakah harus disertakan juga "jabatan" bapaknya itu?
Masih dikapal pelni sudah dalam perjalanan.
Suatu sore tiba-tiba ada pengumuman lagi.
"Mohon perhatian,saudara Marwan ditunggu rekannya di ruang infomasi deck lantai 4."
Siapa yang mencari saya? Saya jadi bertanya kok ''rekan'' bukannya ''teman''?.
Siapa rekan saya di sini? Apakah saya seorang bisnisman sampai dicari seorang rekanan.
Saya ingat tadi di mushola kapal ada yang meminjam buku yang saya baca dan belum dikembalikan.
Apakah orang itu yang mencari saya?
Rasanya tidak mungkin sebab saya tidak menulis apa-apa di buku itu.
Padahal setiap buku yang saya beli selalu saya tulisi tanggal dan kota tempat beli,nama saya dan tanda tangan.
Karena pengumuman diulang lagi, maka saya bergegas ke ruang infomasi.
Di depan ruang infomasi saya lihat ada 2 orang gadis yang kelihatan sedang menunggu tetapi saya tidak mengenal mereka.
Tiba-tiba saya berpapasan dengan seorang kadet yang berpakaian dinas. Di bajuseragam dinasnya ada tulisan namanya dan nama itu adalah "MARWAN".
Dia langsung disambut rekan gadisnya. Saya jadi tersipu malu. Ternyata bukan saya yang ditunggu. Ada juga Marwan yang lain di kapal ini.
Suatu waktu saya pulang kampung lagi dari Samarinda karena cuti lebaran Idul Fitri.
Pilihannya tentu naik kapal pelni lagi sebab tiket pesawat pesawat harganya sudah melambung.
Tarif normal saja tidak terjangkau apalagi tarif ''abnormal'' jelang libur lebaran.
Kapal berangkat dari pelabuhan Semayang Balikpapan dengan tujuan pelabuhan Pantoloan.
Penumpang penuh sesak, maklum angkutan rakyat yang terjangkau tiketnya walaupun banyak yang tidak kebagian kabin. Beruntung saya masih dapat tempat tidur.
Dari Pantoloan kapal menuju pelabuhan Kwandang,Gorontalo.
Saat sedang istirahat siang tiba-tiba ada lagi pengumuman dari dari ruang infomasi.
Pengumumannya adalah,"Mohon perhatian, saudara Marwan Mohamad penumpang dari Balikpapan tujuan Kwandang ditunggu temannya di depan ruang infomasi deck lantai 4."
Tentu saja saya kaget,siapa yang mencari saya? Kok lengkap betul infomasinya.
Saya sampai tidak percaya dengan pendengaran saya. Tapi pengumumannya diulang lagi dan isinya masih seperti tadi.
Saya pun pergi ke arah ruang infomasi menerobos penumpang ekonomi yang penuh sesak tidur di gang-gang kapal.
Sampai didepan ruang infomasi sudah menunggu teman satu sekolah saya di kampung.
Namanya Amir Utiarahman. Dia bekerja di kapal diperusahaan Andika Lines di Jakarta.
Dia mudik pulang kampung untuk lebaran juga dan pilihannya lewat kapal laut seperti saya.
Rupanya dia melihat saya kemarin sewaktu saya naik dari pelabuhan Balikpapan.
Karena dia cari di atas kapal tidak ketemu, terpaksa dia minta bantuan dari ruang infomasi.
Beruntung dia tidak memanggil saya dengan "jabatan" yang melekat pada orang tua saya.
Sebab bapak saya hanyalah petani kampung.
Mungkin karena sudah terkenal sehingga dia merasa tidak memerlukan nama lagi.
Tetapi bagaimana jika seseorang atau sesuatu itu tidak punya nama?
Bagaimana kita harus menyebut atau memanggilnya?
Nama adalah identitas yang melekat pada tiap sesuatu, baik itu benda, tumbuhan, hewan apalagi manusia.
Banyak orang yang berharap namanya terkenal dan dikenal dimana-mana.
Dengan banyak cara dia berusaha mewujudkan hal tersebut sampai melakukan hal-hal yang aneh atau kontroversial.
Tapi ada juga orang yang sudah terkenal sampai harus menyembunyikan diri dari publik.
Ketenaran malah dianggap mengganggu privasinya, padahal itu yang diharapkannya dulu.
Saya punya pengalaman menarik yang berhubungan dengan nama seseorang selama dalam perjalanan menggunakan kapal penumpang Pelni.
Suatu waktu saya pulang kampung karena cuti.
Dari Samarinda saya beli tiket di travel sekalian diantar dengan mobil travelnya ke pelabuhan supaya tidak repot.
Kebetulan penumpang yang diantar mobil travel cuma 3 orang, 1 orang tua laki - laki, seorang gadis, dan saya.
Dalam perjalanan sang orang tua membenahi koper yang ada tulisan nama perempuan, "NURHAYATI" (bukan nama sebenarnya).
Dia mencabut lagi nama yang terselip di plastik koper itu, melipat dan memasukkannya lagi.
Sekilas saya memperhatikan dan sekarang yang nampak adalah "Dra.NURHAYA".
Saya mengerti sekarang bahwa sang gadis yang mungkin anaknya itu adalah seorang "Doktoranda".
Tapi demi untuk memunculkan gelar sang anak, namanya jadi "NURHAYA" bukan lagi "NURHAYATI" karena tempat untuk menyelipkan stiker nama terbatas.
Apa boleh buat supaya gelar dikenal orang, maka nama yang harus jadi korban.
Sang gadis hanya memperhatikan saja apa yang dikerjakan orang tua itu tanpa reaksi apa-apa.
Di pelabuhan Kwandang, kapal baru saja berangkat dan penumpang kelas ekonomi masih sibuk mencari tempat.
Tiba-tiba terdengar pengumuman dari ruang infomasi "Mohon perhatian,anggota DPRD dari kabupaten ....(disebut nama kabupatennya) ditunggu temannya di ruang infomasi deck lantai 5.
Wah, apakah orang yang memanggil itu tidak bisa membedakan ruang sidang DPRD dengan kapal.
Menurut saya semua status orang di atas kapal ini hanya terbagi 3 jenis yaitu kru kapal, penumpang resmi dan penumpang gelap.
Kok keanggotaan DPRD sampai dibawa-bawa kesini? Apakah tidak bisa dipanggil saja nama orangnya?
Atau apakah sedang ada studi banding di atas kapal?
Saya hanya bisa terheran-heran saja mendengarnya.
Suatu waktu di pelabuhan Pantoloan masih dengan kapal pelni saya punya pengalaman lain lagi.
Kapal akan berangkat dan dari ruang infomasi ada pengumuman supaya pengantar dan penjemput segera disuruh turun supaya tidak terbawa dikapal.
Tiba-tiba ada pengumuman lain yang menarik perhatian saya.
Bunyinya adalah "Mohon perhatian,anak walikota ...(disebut nama kotanya) ditunggu temannya di ruang infomasi deck lantai 4, terimakasih.
Saya jadi bertanya dalam hati apakah anak itu tidak punya nama.
Atau betulkah yang memanggil itu adalah temannya, sebab kalau memang temannya tentu dia tahu nama yang harus dia panggil.
Lho kalau anak walikota ada 3 orang yang ada di atas kapal apakah semua harus datang?
Bagaimana pula perasaan orang yang dipanggil itu?
Apakah dia merasa bangga seluruh penumpang kapal tahu statusnya sebagai anak walikota atau malah tersinggung karena jabatan bapaknya dibawa-bawa sampai ke sini.
Saya jadi berfikir kalau ada anak seorang tukang becak di kapal ini dan temannya mencarinya apakah harus disertakan juga "jabatan" bapaknya itu?
Masih dikapal pelni sudah dalam perjalanan.
Suatu sore tiba-tiba ada pengumuman lagi.
"Mohon perhatian,saudara Marwan ditunggu rekannya di ruang infomasi deck lantai 4."
Siapa yang mencari saya? Saya jadi bertanya kok ''rekan'' bukannya ''teman''?.
Siapa rekan saya di sini? Apakah saya seorang bisnisman sampai dicari seorang rekanan.
Saya ingat tadi di mushola kapal ada yang meminjam buku yang saya baca dan belum dikembalikan.
Apakah orang itu yang mencari saya?
Rasanya tidak mungkin sebab saya tidak menulis apa-apa di buku itu.
Padahal setiap buku yang saya beli selalu saya tulisi tanggal dan kota tempat beli,nama saya dan tanda tangan.
Karena pengumuman diulang lagi, maka saya bergegas ke ruang infomasi.
Di depan ruang infomasi saya lihat ada 2 orang gadis yang kelihatan sedang menunggu tetapi saya tidak mengenal mereka.
Tiba-tiba saya berpapasan dengan seorang kadet yang berpakaian dinas. Di bajuseragam dinasnya ada tulisan namanya dan nama itu adalah "MARWAN".
Dia langsung disambut rekan gadisnya. Saya jadi tersipu malu. Ternyata bukan saya yang ditunggu. Ada juga Marwan yang lain di kapal ini.
Suatu waktu saya pulang kampung lagi dari Samarinda karena cuti lebaran Idul Fitri.
Pilihannya tentu naik kapal pelni lagi sebab tiket pesawat pesawat harganya sudah melambung.
Tarif normal saja tidak terjangkau apalagi tarif ''abnormal'' jelang libur lebaran.
Kapal berangkat dari pelabuhan Semayang Balikpapan dengan tujuan pelabuhan Pantoloan.
Penumpang penuh sesak, maklum angkutan rakyat yang terjangkau tiketnya walaupun banyak yang tidak kebagian kabin. Beruntung saya masih dapat tempat tidur.
Dari Pantoloan kapal menuju pelabuhan Kwandang,Gorontalo.
Saat sedang istirahat siang tiba-tiba ada lagi pengumuman dari dari ruang infomasi.
Pengumumannya adalah,"Mohon perhatian, saudara Marwan Mohamad penumpang dari Balikpapan tujuan Kwandang ditunggu temannya di depan ruang infomasi deck lantai 4."
Tentu saja saya kaget,siapa yang mencari saya? Kok lengkap betul infomasinya.
Saya sampai tidak percaya dengan pendengaran saya. Tapi pengumumannya diulang lagi dan isinya masih seperti tadi.
Saya pun pergi ke arah ruang infomasi menerobos penumpang ekonomi yang penuh sesak tidur di gang-gang kapal.
Sampai didepan ruang infomasi sudah menunggu teman satu sekolah saya di kampung.
Namanya Amir Utiarahman. Dia bekerja di kapal diperusahaan Andika Lines di Jakarta.
Dia mudik pulang kampung untuk lebaran juga dan pilihannya lewat kapal laut seperti saya.
Rupanya dia melihat saya kemarin sewaktu saya naik dari pelabuhan Balikpapan.
Karena dia cari di atas kapal tidak ketemu, terpaksa dia minta bantuan dari ruang infomasi.
Beruntung dia tidak memanggil saya dengan "jabatan" yang melekat pada orang tua saya.
Sebab bapak saya hanyalah petani kampung.
"MENU TERLARANG"
Jam 19.50 saya dan teman lagi diwarnet.
Karena merasa lapar kita keluar untuk cari makan.
Maunya langsung saja tapi karena teman yang lain minta ditunggu,jadi kita masih menunggu lagi supaya nanti makan bareng.
Lama ditunggu tak kunjung datang akhirya kita ke restoran & cafe Lacca,biarlah nanti ditunggu disitu.
Berjalan kaki kita kesitu.Dari luar kelihatan sangat ramai.
Saya jadi mikir bisa lama tunggu orderan makanan kalau begini.
Kita masuk untuk lihat menu.
Saya lihat ada bak dari kaca tempat menampung ikan air tawar yg masih hidup.
Wah,boleh pilih ikan nila atau ikan mas untuk dibakar kalo begini.
Tapi tiba - tiba pandangan saya tertuju pada panggangan yg ada di sebelah saya.
Saya perhatikan ternyata yg dipanggang bukannya kambing guling tetapi thiet theo/babi yg merupakan menu terlarang buat saya yg muslim.
Seketika itu juga selera makan kita hilang.
Yah,mau bilang apalagi,kita sedang berada di Vietnam bukan di Indonesia.
Mayoritas penduduk disini beragama Budha,dan boleh dikata saya belum pernah bertemu dengan penduduk lokal yang beragama Islam.
Tidak jadi kita pesan makanan dan keluar lagi.
Setelah berunding kita putuskan untuk pergi ke Vinatex plaza.
Disana ada restoran KFC.Menunya tentu nasi plus ayam,dan ada sertifikasi halal,jadi tak perlu ragu lagi.
Dengan taksi kita meluncur kesana dan tiba hampir jam 21.00.
Sudah agak sunyi keadaannya.Kitapun langsung pesan makanan untuk berdua.
Pelayannya memberitahu yang kita pesan memang ada untuk 2 porsi,tapi nasinya sisa untuk satu orang saja.
Yang satunya kalau mau dengan roti atau kentang saja.
Saya dan teman hanya bisa melongo dengan bengong.
Sudah dari tadi menahan lapar,sekarang dapat nasi hanya satu porsi saja.
Hmmmmm,nasib apes apa hari ini?
Karena merasa lapar kita keluar untuk cari makan.
Maunya langsung saja tapi karena teman yang lain minta ditunggu,jadi kita masih menunggu lagi supaya nanti makan bareng.
Lama ditunggu tak kunjung datang akhirya kita ke restoran & cafe Lacca,biarlah nanti ditunggu disitu.
Berjalan kaki kita kesitu.Dari luar kelihatan sangat ramai.
Saya jadi mikir bisa lama tunggu orderan makanan kalau begini.
Kita masuk untuk lihat menu.
Saya lihat ada bak dari kaca tempat menampung ikan air tawar yg masih hidup.
Wah,boleh pilih ikan nila atau ikan mas untuk dibakar kalo begini.
Tapi tiba - tiba pandangan saya tertuju pada panggangan yg ada di sebelah saya.
Saya perhatikan ternyata yg dipanggang bukannya kambing guling tetapi thiet theo/babi yg merupakan menu terlarang buat saya yg muslim.
Seketika itu juga selera makan kita hilang.
Yah,mau bilang apalagi,kita sedang berada di Vietnam bukan di Indonesia.
Mayoritas penduduk disini beragama Budha,dan boleh dikata saya belum pernah bertemu dengan penduduk lokal yang beragama Islam.
Tidak jadi kita pesan makanan dan keluar lagi.
Setelah berunding kita putuskan untuk pergi ke Vinatex plaza.
Disana ada restoran KFC.Menunya tentu nasi plus ayam,dan ada sertifikasi halal,jadi tak perlu ragu lagi.
Dengan taksi kita meluncur kesana dan tiba hampir jam 21.00.
Sudah agak sunyi keadaannya.Kitapun langsung pesan makanan untuk berdua.
Pelayannya memberitahu yang kita pesan memang ada untuk 2 porsi,tapi nasinya sisa untuk satu orang saja.
Yang satunya kalau mau dengan roti atau kentang saja.
Saya dan teman hanya bisa melongo dengan bengong.
Sudah dari tadi menahan lapar,sekarang dapat nasi hanya satu porsi saja.
Hmmmmm,nasib apes apa hari ini?
ATM VIETCOM BANK

Sore itu saya dan teman jalan - jalan lagi ke kota Can Tho.
Tujuannya kemana lagi kalau nggak ke mall.
Puas lihat - lihat dan belanja seperlunya kita jalan kaki mutar - mutar keliling kota.
Kelamaan mutar - mutar nggak tentu arah,akhirnya kita merasa kehilangan arah alias tersesat.
Padahal kita masih mau pergi ke Maximart untuk cari makan.
Mau tidak mau terpaksa harus pakai taxi supaya tidak tambah tersesat.
Sebelum mencegat taxi saya memeriksa dompet dulu,dan ternyata tidak ada uang kecil.
Yang ada pecahan uang 500.000 Dong dan uang Rupiah,sedangkan untuk bayar taxi paling 30.000 Dong saja.
Saya pun tengak - tengok untuk mencari ATM.
Beruntung tidak jauh dari situ ada ATM VietCom Bank.
Saya perhatikan ada logo VISA,berarti ATM Mandiri saya boleh dijajal.
Saya masuk dan mencoba mengecek saldo dan ternyata bisa.
Malah saldo saya bertambah banyak karena dikonfersi ke mata uang Dong Vietnam.
Saya pun melanjutkan transaksi untuk penarikan.
Pilihan nominal yang munculadalah 100.000,500.000 dan 1000.000 Dong.
Karena hanya butuh uang untuk bayar taxi maka saya memilih yang 100.000 Dong.
Sesudah itu kita langsung mencegat taxi yang lewat untuk meluncur ke Maximart.
Asyik belanja di Maximart tiba - tiba Hp saya berbunyi karena ada sms masuk.
Ternyata sms dari Mandiri Banking laporan debit sebesar rp.69.854.00.
Rupanya itu kurs resmi Rupiah Indonesia dan Dong Vietnam.
Baru sekitar satu jam saya melakukan transaksi di Vietnam sudah langsung ada laporannya.
PROSEDUR KELUAR MASUK PELABUHAN CAN THO
Setiap Pelabuhan Laut punya peraturan tersendiri untuk keluar masuk wilayahnya.
Baik itu peraturan untuk keluar masuk orang atau keluar masuk barang.
Bagi kita abk tentu harus mutlak mengetahui peraturan tersebut dan juga harus mematuhinya.
Tanpa mengetahui peraturan tentu kita bisa melanggarnya dan itu akan mendatangkan kesulitan bagi kita.
Adapun peraturan yang berlaku di pelabuhan Can Tho adalah sebagai berikut:
-Untuk keluar area pelabuhan kita harus harus membawa shorepass.
Shorepass biasanya diberikan agen sesuai jumlah kru dikapal.
-Saat keluar area pelabuhan kita harus melapor di pos jaga dan menyerahkan shorepass yang diberikan agen.
-Shorepass yang dari agen akan diganti dengan shorepass yang diberikan di pos pelabuhan.
-Shorepass digunakan sebagai pengganti passport sebab passport kita biasanya ditinggal dikapal karena di Vietnam passpor tidak dicap/stempel,sebab yaang distempel adalah daftar abk.
-Saat akan masuk kembali area pelabuhan shorepass dikembalikan dan ditukar dengan shorepass dari agen.
-Jam keluar masuk pelabuhan berlaku mulai jam 07.00 sampai jam 23.00 waktu lokal.
Jadi kalau keluar sudah harus kembali sebelum jam tersebut,sebab pintu pelabuhan ditutup jam 23.00 atau jam 11.00 malam.
Kecuali kita mau menginap diluar tidak jadi masalah.Kita bisa pulang besok paginya dan pintu sudah terbuka.
Untuk keluar memang kita bisa saja tanpa melewati pintu pos pelabuhan.
Tapi itu berarti kita keluar tanpa melapor yang artinya keluar secara gelap dan tanpa membawa shorepass dari pos pelabuhan.
Kalau terjadi insiden terhadap kita sedangkan kita tidak membawa dokumen yang diperlukan tentu masalah yang akan menimpa kita,sebab kita akan berurusan dengan aparat hukum padahal kita keluar dengan melanggar hukum.
Demikian juga kalau kita masuk.Kita bisa masuk tanpa lewat pos yang artinya shorepass kita belum dikembalikan.
Seandainya kapal langsung berangkat dan shorepass kita belum dikembalikan berarti kita dianggap masih berada didarat.
Itu tentu suatu masalah buat kita dan juga buat perusahaan tempat kita bekerja.
Jadi untuk keluar masuk pelabuhan sebaiknya kita mematuhi peraturan yang berlaku.
Itu demi kenyamanan dan keamanan kita selama menikmati keindahan kota Can Tho dan keramahan penduduknya.
SUNGAI MEKONG

Sudah 3 hari yang lalu kapal sampai di Can Tho,Vietnam.
Sampai hari ini masih berlabuh di sungai Mekong menunggu giliran untuk muat.
Dan sampai hari ini pun belum ada kru yang turun ke darat.
Memang ada juga yang ingin turun tapi karena modal cekak jadinya batal.
Takut mutar - mutar kesasar dan kehabisan sangu,maklum belum
menguasai medan tempur karena ini adalah trip perdana kita kesini.
Jadi semua pada ngumpul dikapal sambil melihat - lihat perahu nelayan yang hilir mudik di sungai.
Suasananya nggak beda jauh dengan kondisi sungai di Indonesia macam sungai Mahakam di Samarinda.
Yang beda adalah disini tidak ada rumah - rumah panggung penduduk yang berjejer dipinggir sungai seperti yang ada disungai Mahakam,sungai Barito dan sungai Musi.
Yang juga berbeda disungai ini adalah parambuan.Buoy disini boleh dibilang bagus karena selalu berpasangan antara buoy hijau dan buoy merah.
Jadi walaupun tanpa pandu pun rasanya gampang bagi kita untuk mengikuti alur pelayaran sesusai rambu yang ada.
Dari ambang luar sampai kepelabuhan ada seratus buoy lebih yang terpasang padahal sungainya boleh dibilang lurus tanpa belokan tajam dan tak banyak rintangan yang berarti unruk pelayaran.
Pemasangan buoy terasa berarti karena jadi pembatas antara alur kapal dengan nelayan.
Alur untuk kapal - kapal ada di tengah sungai,sedangkan untuk nelayan yang mencari ikan atau menambang pasir ada di luar buoy.
Jadi ada batasan yang jelas dan tegas mengenai hal itu dan masing - masing pihak tahu tidak bisa melanggarnya.
Nelayan tidak boleh mencari ikan ditengah sungai karena itu alur untuk kapal.
Sebaliknya kapal tidak boleh keluar dari alurnya atau berlayar ditepi sungai karena selain dangkal itu adalah daerah nelayan untuk mencari ikan.
Sungai Mahakam di Samarinda mungkin hampir sama panjangnya dengan sungai ini yang jadi alur pelayaran.
Tapi saya perhatikan mungkin buoy yang terpasang tidak lebih dari 30 buah.
Itupun terkadang penambang pasir berlabuh ditengah alur sungai dan menghalangi serta membahayakan pelayaran.
Posisi kita berlabuh adalah di pelabuhan Cai Cui.Agak kehulu sungai nampak sebuah jembatan yang dalam tahap pembuatan.
Pusat kotanya kalau yang saya lihat di peta ada disebelah kiri.
Seberapa jauh,nggak ada yang tahu karena memang kita belum kedarat.
Bagi saya bukan soal mau kedarat yang jadi masalah,tapi pusing karena sudah 10 hari lebih nggak tahu perkembangan berita.
Terakhir waktu masih diselat Singapore masih bisa buka detikcom dan tv masih bisa dapat siaran.Hp juga masih dapat sinyal.
Disini memang tv bisa dapat siaran tapi siaran lokal Vietnam semua.
Jadi tidak ada yang bernafsu melihat acara tv karena nggak mengerti apa yang dilihat.
Jadi hiburan satu - satunya adalah menonton perahu nelayan dan penjual buah hilir mudik di sungai.
Can Tho city,28 Feb 2009
Langganan:
Postingan (Atom)




