Daftar Juara Liga Champions

Para pemain Barcelona berfoto dengan piala Liga Champions setelah mengalahkan Manchester United di stadion Wembley 29 Mei 2011

1955/1956 : Real Madrid
1956/1957 : Real Madrid
1957/1958 : Real Madrid
1958/1959 : Real Madrid
1959/1960 : Real Madrid
1960/1961 : Benfica
1961/1962 : Benfica
1962/1963 : AC Milan
1963/1964 : Inter Milan
1964/1965 : Inter Milan
1965/1966 : Real Madrid
1966/1967 : Celtic
1967/1968 : Manchester United
1968/1969 : AC Milan
1969/1970 : Feyenord
1970/1971 : Ajax Amsterdam
1971/1972 : Ajax Amsterdam
1972/1973 : Ajax Amsterdam
1973/1974 : Bayern Munich
1974/1975 : Bayern Munich
1975/1976 : Bayern Munich
1976/1977 : Liverpool
1977/1978 : Liverpool
1978/1979 : Notingham Forest
1979/1980 : Notingham Forest
1980/1981 : Liverpool
1981/1982 : Aston Vila
1982/1983 : Hamburg SV
1983/1984 : Liverpool
1984/1985 : Juventus
1985/1986 : Steaua Bucuresti
1986/1987 : Porto
1987/1988 : PSV Eindhoven
1988/1989 : AC Milan
1989/1990 : AC Milan
1990/1991 : Crvena Zvezda
1991/1992 : Barcelona
1992/1993 : Olimpique Marseille
1993/1994 : AC Milan
1994/1995 : Ajax Amsterdam
1995/1996 : Juventus
1996/1997 : Borrusia Dortmund
1997/1998 : Real Madrid
1998/1999 :Manchester United
1999/2000 : Real Madrid
2000/2001 : Bayern Munich
2001/2002 : Real Madrid
2002/2003 : AC Milan
2003/2004 : Porto
2004/2005 : Liverpool
2005/2006 : Barcelona
2006/2007 : AC Milan
2007/2008 : Manchester United
2008/2009 : Barcelona
2009/2010 : Inter Milan
2010/2011 : Barcelona


Distribusi Juara /Klub :

9 : Real Madrid
7 : AC Milan
5 : Liverpool
4 : Ajax Amsterdam,
      Bayern Munich
      Barcelona
3 : Manchester United
       Inter Milan
2 : Benfica
      Juventus
      Notingham Forest
      FC Porto
1 : Aston Vila
      Borussia
      Dortmund
      Celtic,
      Crvena Zvezda
      Feyenord
      Hamburg SV
      Olimpique Marseille
      PSV Eindhoven
      Steaua Bucuresti


Distribusi Juara/Negara

13 : Spanyol
12 : Italia
11 : Inggris
6   : Belanda
        Jerman
4   : Portugal
1   : Prancis
        Rumania
        Skotlandia
        Yugoslavia

Captain Abidal, From Barcelona With Love

Kapten Abidal mengangkat trofi liga Champions 2011

Selesai sudah hiruk - pikuk pertandingan Final Liga Champions 2011 di Wembley, Inggris.
Barcelona keluar sebagai juara setelah menghabisi perlawanan Manchester United dengan skor 3 : 1.
Banyak kisah dan cerita yang bisa kita ambil dari awal sampai akhir pertandingan.

Bagi kedua klub yang bertanding,ini adalah perburuan trophy Liga Champions yang ke 4.
Untuk Manchester United ini adalah usaha untuk membalas kekalahan mereka di Final Liga Champions tahun 2009 setelah dikalahkan Barcelona.
Namun apa daya,ternyata mereka kembali di pecundangi klub yang sama.
Barcelona pun berpesta merayakan kemenangan dengan mengangkat piala lambang supremasi yang paling bergengsi di Eropa tersebut.

Dibbalik kemeriahan pesta Barcelona malam itu, ada adegan menarik yang di pertontonkan kepada kita.
Penghargaan untuk menerima piala di serahkan kepada Eric Abidal yang menjadi Kapten dadakan pada malam itu.
Padahal yang memimpin menjadi kapten selama pertandingan adalah Xavi Hernandes.
Menjelang pertandingan berakhir Carles Puyol yang merupakan kapten utama tim juga masuk menggantikan pemain lainnnya.
Diantara mereka berdualah yang paling berhak untuk menerima piala dari Michael Platini malam itu.



Namun diluar dugaan semua orang,mereka memberikan kehormatan itu kepadaAbidal.
Suatu momen yang luar biasa dan cukup mengharukan kalau kita tahu apa cerita di balik semua itu.
Abidal belum lama pulih setelah menjalani operasi karena kanker hati dan banyak yang memperkirakan dia akan pensiun dini dari sepakbola.

Diluar dugaan,dia malah sembuh lebih cepat dari perkiraan semua orang dan memberi kontribusi yang cukup bagi klub dalam perebutan trophy La Liga.
Suatu perjuangan yang berat mengingat penyakit yang di deritanya bukan penyakit yang biasa.
Puncaknya adalah pada partai final tersebut,dimana Puyol di istirahatkan dan dia yang diturunkan full time membendung serangan striker Manchester United.

Jadi tidak salah kalau malam itu dia dijadikan bintang oleh semua rekannya.
Itu adalah tanda kecintaan mereka kepadanya,sesama pemain dan juga sebagai anggota keluarga besar Barcelona.
Itulah salah satu bedanya Barcelona dengan klub lain,dimana egoisme perorangan dijauhkan.
Yang menonjol adalah kebersamaan dan kerendahan hati,sehingga tetap membumi walaupun prestasi membubung ke angkasa.

TONGKANG MENABRAK RUMAH DI SUNGAI BARITO

Belum lama berselang sebuah kapal tenggelam di sungai Barito.
Kemarin kecelakaan terjadi lagi di sungai Barito juga.
Sebuah Tongkang ukuran 220 feet yang di tarik Tug Boat MARINE 09 menabrak rumah warga yang berada di pinggiran sungai.

Insiden tersebut terjadi kemarin,Minggu tanggal 22 Mei 2011 jam 08:00 di desa Benao,Kabupaten Barito Utara propinsi Kalimantan Tengah.
Akibatnya beberapa rumah warga hancur beserta perahu yang sedang ikat di situ.

Kapal tersebut menarik tongkang yang berisi batubara sekitar 3000-an Metrik Kubik.
Saat melintas di sungai yang padat rumah lanting dipinggir sungai itu tiba - tiba salah satu mesin induknya mati.
Tidak lama kemudian mesin induk yang kedua juga mati,jadi kedua mesin induk mati semua.

Kapal tidak punya tenaga sehingga tongkang bergerak tidak terkendali.
Tongkang baru berhenti sesudah menabrak perahu dan rumah di pinggir sungai.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu,tapi kerugian material cukup banyak.

Sampai saat ini kapal beserta tongkang masih di ikat dekat kampung.
Sementara pendataan kerusakan masih berlangsung.
Ganti rugi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena banyak rumah dan perahu yang hancur.
Demikian informasi yang saya terima dari teman yang ikut mendata kerusakan di tempat kejadian.

ROUTE ALUR MASUK MUARA BARITO, BANJARMASIN

1. OUTER BAR :
03° 39,660'S / 114° 28,610'E

Hal : 006° , Jarak : 4,22 nm

2. KERANGKA :
03° 35.460'S / 114° 29.069'E

Hal : 006° , Jarak : 4.01 nm

3. TOREN PENDEK :
03° 31,470'S / 114° 29,502'E

Hal : 011° , Jarak : 4,55 nm

4. TELAN 1 :
03° 27,000'S / 114° 30,370'E

Hal : 346° , Jarak : 0,58 nm

5. TELAN :
03° 26.440'S / 114° 30.235'E
Total Jarak : 13,3 nm.

  • Alur Muara Barito adalah alur yang baru,dibuat lebih pendek dari alur yang lama.
  • Alur lama tidak digunakan lagi karena sering terjadi pendangkalan oleh timbunan pasir.
  • Pemeliharaan pengerukan alur baru masih berlangsung sampai saat ini.
  • Alur baru terhitung agak sempit di bandingkan alur masuk muara sungai di daerah lainnya.
  • Bagi Tug Boat yang menarik tongkang berisi muatan sedapat mungkin tidak boleh menyalip kapal lainnya karena bepotensi kandas kalau terlalu menyimpang dari track haluan.
  • Teloransi untuk menyimpang dari track garis haluan adalah 0,03 NM,kalau sudah menyimpang lebih dari 0,05NM sudah berpontensi untuk kandas.
  • Komunikasi antar kapal selama berlayar di alur adalah channel 12 radio VHF

ROUTE MASUK ALUR MUARA PEGAH, SAMARINDA

1.LUAR BUOY NO. 3 :
    0° 59.475’S - 117° 20.231’E

2. BUOY NO. 3 :
     0° 59.330’S - 117° 20.139’E

3. BUOY NO. 5 :
     0° 58.000’S - 117° 18.850’E

4. BUOY NO.7 :
     0° 56.600’S - 117° 18.550’E

5. BOUY NO. 9 :
     0° 54.881’S - 117°18.211’E

6. BUOY NO. 11 :
     0° 53.050’S - 117° 18.300’E

7. BUOY NO. 13 :
     0° 51.537’S - 117° 18.370’E

8. BUOY NO. 6 :
     0° 50.894’S - 117° 18.403’E

SATU LAGI KAPAL TENGGELAM DI SUNGAI BARITO

Kecelakaan kapal terjadi lagi di sungai Barito.
Selasa tanggal 10 Mei 2011 sekitar pukul 22.00 wib sebuah kapal jenis Tug Boat  bernama TB. FRANSISCUS 03 terbalik dan tenggelam di sungai Barito.
Lokasi kecelakaan kurang lebih 3 Km ke arah hulu desa Teluk Timbau, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Saat kecelakaan terjadi kapal sedang menarik tongkang dengan muatan batubara.

Kapal ini memang biasanya menarik tongkang batubara dari hulu sungai Barito.
Tongkang yang berisi batubara 3000-an Metrik Ton ini dibawa dari Muara Tuhup tujuan Teluk Lele di desa Damparan.
Selama ini operasi berjalan seperti biasa saja tanpa kendala yang berarti.
Sama juga seperti kapal – kapal lain yang juga beroperasi melayani rute tersebut.

Tadi malam seperti biasa kapal ini tiba lagi di Teluk Timbau setelah berlayar dari hulu sungai.
Kapal hendak berputar untuk tambat di atas desa Teluk Timbau.
Ini karena lokasi tambat untuk bongkar di Teluk Lele masih penuh dengan tongkang.
Jadi kalau antri menunggu giliran memang harus tambat dulu di Teluk Timbau.

Pada saat olah gerak berputar untuk tambat tongkang itulah terjadi kecelakaan.
Kapal tidak bisa mengimbangi laju tongkang yang masih meluncur mengikuti arus sungai.
Akibatnya kapal terbalik dan langsung tenggelam karena tali towing yang menghubungkan kapal dan tongkang  tidak sempat dilepas oleh abk.
Kejadiannya berlangsung sangat cepat,demikian kata saksi mata yang melihat kejadiannya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Karena abk yang hanyut ke sungai langsung ditolong oleh perahu Mooring.
Perahu Mooring tersebut tujuannya ke kapal itu karena memang biasa membantu untuk mengikat tali tambat tongkang ke darat.
Siapa sangka kalau malam tadi mereka yang malah jadi tim penolong bagi awak kapal yang hanyut ke sungai sesudah kapalnya tenggelam.

Kru Kapal Sinar Kudus Bebas Dari Bajak Laut

Setelah 40 hari disandera bajak laut,akhirnya kru kapal Sinar Kudus bebas.
Mereka dilepas setelah perusahaan memberikan uang tebusan yang diminta para perompak.
Kita patut bersyukur sebab tidak ada yang menjadi korban selama kru dan kapal disandera.
Walaupun tentu saja mereka tertekan,stres dan was - was akan keselamatannya.
Semua itu telah lewat dan akhirnya mereka dapat kembali ke tanah air.

Pihak perusahaan sudah melakukan yang terbaik untuk membebaskan para awak kapal.
Apresiasi yang tinggi juga perlu kita tujukan kepada Satuan Tugas TNI Angkatan Laut yang turut mengawasi jalannya pembebasan.
Sebenarnya sudah ada rencana untuk menyerbu kedalam kapal yang saat itu masih dikuasai sandera.
Tapi mengingat keselamatan awak kapal yang terancam,maka operasi dibatalkan sambil menunggu perompak turun dari kapal barulah diserbu.
Karena perompak tidak turun bersamaan maka penyerangan tidak bisa segera dilakukan,karena masih ada yang lain di atas kapal.

Akhirnya kelompok 4 orang perompak yang terakhir turun dari kapal berhasil ditumpas TNI Angkatan Laut.
Ke 4 perompak itu tewas di terjang peluru dan tenggelam ke laut.
Selanjutnya kapal dikawal ke wilayah Oman untuk pertukaran kru sebelum melanjutkan pelayaran ke Rotterdam.
Kru kapal yang baru naik menggantikan kru lama yang masih trauma dengan kejadian pembajakan.
Mereka diterbangkan ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga yang sudah cemas menanti kabar selama penyanderaan.
Kedatangan mereka disambut keluarga dengan haru di bandara Sukarno Hatta.

BERITA BAIK DAN BERITA BURUK

Malam tahun baru si Joni pesta miras bersama teman - temannya di pelabuhan.
Soalnya mumpung kapalnya lagi sandar di pelabuhan saat malam pergantian tahun.
Biasanya malah berlayar kalau memang jadwalnya.

Habis minum sampai teler di lanjutkan dengan kebut - kebutan motor di jalanan.
Akibatnya fatal,si Joni kecelakaan karena tabrakan dengan mobil.
Untung saja nyawanya tidak melayang karena kecelakaan itu.

Begitu sadar dia sudah berada di rumah sakit.
Dilihatnya  suster tersenyum kepadanya.
"Syukurlah bapak sudah sadar" kata suster.

"Suster,kenapa kaki saya terasa agak aneh dan janggal" tanya Joni kepada suster sambil memperhatikan kakinya yang terbungkus selimut.
Bapak kecelakaan semalam dan kami sudah melakukan operasi pada kaki anda.
Saya hendak menyampaikan 2 buah berita mengenai hal ini,yaitu berita baik dan berita buruk.
Berita yang mana dulu yang hendak bapak dengar? tanya suster lagi.

Saya ingin dengar berita buruknya dulu suster, jawab Joni.
Berita buruknya adalah kedua kaki Bapak terpaksa kami amputasi alias di potong, jawab suster.
Kalau berita baiknya apa suster, tanya Joni kembali.
Berita baiknya adalah sebenarnya kaki Bapak tidak perlu di amputasi, jawab suster agak takut.

Apaaaaaaa......pekik Joni kaget.
Dan si Joni pun pingsan lagi.

KM SINAR KUDUS DI ROMPAK BAJAK LAUT SOMALIA

Kapal barang asal Indonesia di rompak bajak laut Somalia.
Itulah berita yang sedang ramai menjadi topik pembicaraan akhir - akhir ini.
Kapal kargo KM Sinar Kudus yang mengangkut nikel ini berangkat dari Pomalaa,Sulawesi selatan tanggal 16 Maret 2011.
Pelabuhan tujuan adalah Rotterdam,Belanda namun sebelum sampai tujuan kapal diserang dan di rompak bajak laut.

Gerombolan bajak laut bersenjata  menyerang dan menyadera kapal sejak tanggal 16 Maret 2011 dan saat ini kapal sudah di giring ke wilayah Somalia.
Sampai saat ini kapal beserta 31 abk,dimana 20 abk asal Indonesia di sandera para perompak dan mereka mengajukan tuntutan uang tebusan untuk membebaskannya.

Sudah sebulan lamanya mereka dalam cengkeraman para lanum,tapi tanda - tanda untuk segera bebas masih jauh dari harapan.
Diantara kru kapal sudah ada yang terserang penyakit disebabkan persediaan obat - obatan dan makanan di kapal sudah menipis serta air tawar yang juga sudah hampir habis.

Pihak perusahaan kapal sendiri sudah berupaya untuk bernegosiasi dengan perompak mengenai besaran uang tebusan serta cara pembayaran.
Di khawatirkan jangan sampai uang tebusan malah jatuh ke pihak yang salah atau uang tebusan sudah diberikan tapi kapal dan kru malah tidak di lepaskan.

Pemerintah Indonesia juga sudah berupaya membantu dengan menghubungi pihak pemerintah negara Somalia.
Oleh pemerintah Somalia di persilahkan jika kita hendak menggelar operasi militer untuk menumpas para bajak laut.

Apapun pilihan yang akan di lakukan harapan kita hanya satu, yaitu keselamatan warga negara yang menjadi kru di kapal tersebut.

BAJAK LAUT, MIMPI BURUK BAGI PELAUT

Beberapa tahun belakangan ini dunia pelayaran internasional direpotkan dengan bajak laut Somalia.
Entah sudah berapa kapal yang menjadi korbannya.
Rata - rata kapal yang dibajak selalu di sandera dan baru akan di lepaskan jika perusahaan pemilik kapal membayar uang tebusan.
Parahnya lagi dari waktu ke waktu uang tebusan yang diminta semakin meningkat.

Bagi perusahaan uang tebusan mungkin tidak terlalu membebani.
Tapi bagaimana dengan kru kapal yang jadi korban pembajakan dan penyanderaan?
Setiap pelaut yang berlayar tentu tidak mengharapkan untuk mengalami hal yang demikian.
Bekerja dan mendapatkan rejeki untuk nafkah keluarga adalah harapan yang utama.

Tapi apa yang hendak dikata kalau memang sudah kejadian.
Tentu harapan yang tersisa adalah semoga para bajak laut tidak berlaku jahat dan membahayakan jiwa mereka.
Hal ini tentu erat kaitannya dengan sikap perusaahan kapal yang di rompak bajak laut.
Kalau bajak laut merasa tuntutannya bisa segera dipenuhi tentu mereka akan berlalku sedikit baik pada korbannya.

Tapi kalau perusahaan terkesan bertele-tele dalam negosiasi dan berusaha untu berkelit tentu bahaya besar yang mengintai kru yang disandera diatas kapal.
Para pembajak tentu akan bersikap keras untuk memaksa supaya tuntutannya di penuhi.
Untuk memperlihatkan ketegasannya tentu perlu bukti dan contoh yang mungkin saja akan memgeksekusi sandera satu persatu sampai uang tebusan di berikan.

Pembebasan sandera dengan operasi militer bisa saja menjadi pilihan selain membayar uang tebusan.
Tapi hal ini tentu bukan tanpa resiko.
Memang dengan kekuatan persenjataan serta armada kapal perang bisa saja membasmi para perompak.
Tapi bagaimana dengan sandera yang ada di atas kapal?
Bisa saja mereka akan dijadikan tameng bagi para perompak dan tentu saja ini mengancam jiwa mereka.

Bagi pemerintah yang bersangkutan,bernegosiasi dengan perompak adalah suatu pantangan.
Hal itu mungkin dianggap aib sebab bertekuk lutut pada perompak.
Namun bagi keluarga yang anak atau suaminya menjadi sandera,yang dipikirkan tentu hanyalah keselamatan keluarganya.

Lagipula keselamatan sendera sebagai warga negara juga tentu menjadi prioritas selain menjaga martabat bangsa dan membasmi perompak.
Sebuah dilema yang harus di selesaikan dengan baik oleh negara dan perusahaan yang kapalnya dirompak pembajak.
Dan tentu saja kita berharap semoga tidak ada korban yang jatuh apapun pilihan yang ditempuh.

Kebakaran Besar Ludeskan Kandang Ayam

Kandang ayam terbakar di desa Bongopini
Sore tadi sekitar pukul 15:00 saya sudah siap - siap keluar untuk jalan.
Mumpung lagi cuti jadi mau ajak anak - anak keluar jalan ke mall.
Tiba - tiba saya dikejutkan teriakan orang - orang dari tetangga dibelakang rumah.
Setelah saya cek ternyata ada kebakaran yang terjadi tidak jauh dari lokasi rumah saya.
Terpaksa acara untuk jalan - jalan ditunda dulu.
Saya berhamburan lari ketempat kebakaran bersama tetangga.

Rupanya yang terbakar adalah kandang ayam yang cukup besar di desa kami.
Sampai dilokasi kebakaran ternyata apinya sudah berkobar dengan besarnya.
Ingin rasanya membantu memadamkan api,tapi melihat situasi yang ada saya jadi miris.
Apinya sudah terlanjur membakar bangunan yang ada sampai ke atas atap dan membubung ke udara.
Tentu sudah susah kalau cuma mengandalkan air dengan ember dari sumur misalnya.

Lagipula lokasinya cukup jauh dari sumur dan rumah penduduk yang terdekat,sekitar 100 meter.
Yang bisa saya lakukan hanyalah menelepon pemadam kebakaran.
Sesudah itu bersama penduduk setempat berusaha mendekat kelokasi kebakaran untuk melihat siapa tahu kalau ada yang bisa kita lakukan untuk memadamkan api.
Tidak lama berselang mobil pemadam kebakaran datang dan langsung memadamkan api,sehingga api tidak menjalar ke bangsal kandang ayam lainnya yang letaknya berdampingan saja.
Tapi satu bangsal kandang ayam berserta rumah tinggal pemiliknya sudah terlanjur ludes dilalap api sebelum mobil pemadam datang.
Semua barang yang didalam rumah tidak ada yang sempat diselamatkan,karena penghuni rumah sibuk menyelamatkan diri masing - masing.

Ada rasa haru menyaksikan pemiliknya yang shock karena kejadian ini.
Kerugian yang ditanggungnya tentu cukup besar.
Tapi mau bilang apalagi,semua sudah terjadi dan tidak bisa dihindarkan lagi.
Untung saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

GOLONGAN DAN JENIS AWAN

Awan terbagi dalam 4 Golongan dan tiap golongan terbagi lagi dalam beberapa jenis.
Berikut ini adalah pembagian tiap golongan awan dan jenisnya :


1.Golongan Awan Tinggi ( 6000 meter keatas ) 
   Jenis Awan Tinggi : 
                       -Cirrus
                       -Cirro Cumulus
                       -Cirro Stratus


2.Golongan Awan Menengah ( 2000 meter s/d 6000 meter )
    Jenis Awan Menengah : 
                        -Alto Cumulus
                        -Alto Stratus
                                         
3.Golongan Awan Rendah ( 2000 meter kebawah )
    Jenis Awan Rendah : 
                         -Nimbo Stratus
                         -Strato Cumulus
                         -( Low ) Stratus


4.Golongan Awan yang Membumbung ke atas.
   Jenis Awan yang membumbung ke atas :
                        -Cumulus Humilis
                        -Cumulus Congestus
                        -Cumulo Nimbus

Jadwal Pertandingan 16 Besar Liga Champions 2010 - 2011

Jadwal Pertandingan Liga Champions babak 16 Besar :

Leg Pertama

Tanggal 15 February 2011








AC Milan  vs Tottenham Hotspur

Valencia  vs  Schalke

Tanggal 16 February 2011
AS Roma vs Shakhtar Donetsk
Arsenal  vs Barcelona


Tanggal 22 February 2011
Copenhagen vs Chelsea
Lyon vs Real Madrid

Tanggal 23 February 2011
Marseille vs Manchester United
Inter Milan vs Bayern Munich


Leg Kedua


Tanggal 08 Maret 2011
Shakhtar Donetsk vs AS Roma 










Barcelona vs Arsenal



Tanggal 09 Maret 2011
Tottenham Hotspur vs AC Milan
Schakle vs Valencia

Tanggal 15 Maret 2011
Manchester United vs Marseille
Bayern Munich vs Inter Milan

Tanggal 16 Maret 2011
Chelsea vs Copenhagen
Real Madrid vs Lyon





Laut Jawa Mengamuk,Kapal - kapal Dilarang Berlayar

Mengawali tahun baru 2011 keadaan laut Jawa makin berombak besar.
Keadaan ini tentu bukan berita bagus buat nelayan yang sering melaut mencari ikan.
Jangankan nelayan dengan kapal kecil,kapal - kapal besar saja dilarang berlayar oleh Syahbandar.
Tidak terkecuali untuk pelabuhan Trisakti,Banjarmasin.


Semua kapal dilarang berlayar mulai dari tanggal 12 Januari 2011 sampai ada pemberitahuan berikutnya.
Itu karena ombak besar di laut Jawa di anggap berbahaya untuk pelayaran.
Akibatnya kapal tertahan di area pelabuhan Trisakti dan sekitarnya.
Kapal - kapal jenis Tug Boat yang memuat batubara untuk transhipment di Taboneo juga banyak yang stand by menunggu ijin untuk keluar.
Mulai dari tempat tambat di Taboanen,pulau Kembang sampai Alalak penuh dengan tongkang batubara yang diparkir.
Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menunggu ombak mereda untuk kembali berlayar.


Dari pantauan saya di situs BMKG cuaca dilaut Jawa cukup besar ombaknya.
Ketinggian ombak mencapai 3 - 4 meter dan itu tentu berbahaya untuk kapal - kapal yang memaksa untuk berlayar.
Kapal teman saya yang membongkar batubara ke kapal eksport di Taboneo ikut merasakan bagaimana ganasnya ombak.
Kapalnya keluar kelaut pada saat cuaca masih tidak terlalu buruk.


Tapi pada saat sementara bongkaran ke kapal besar sudah hampir selesai tiba - tiba saja cuaca bertambah buruk dan ombak bertambah besar.
Karena muatan belum selesai di bongkar terpaksa mereka harus menunggu sampai selesai.
Selesai bongkar saat mau cast off dari kapal besar tentu saja sulit.
Karena kru harus naik ke tongkang untuk melepas tali tambat ke kapal besar.
Jangankan untuk menaikkan kru ke tongkang,mendekat saja kapal sudah di hempas ombak dan terbentur keras sehingga tidak mungkin kru naik.
Kalau dipaksakan bisa berakibat fatal,karena bukan tidak mungkin kru malah jatuh kelaut diantara kapal dan tongkang.


Untung saja kapal besarnya mau membantu.
Kru kapal tug boat teman saya ditransfer ke tongkang pakai crane kapalnya menggunakan personal basket.
Jadi cukup aman karena tidak harus melompat dari kapal ke tongkang seperti biasanya.
Untuk connect second towing ke tug boat mau tidak mau harus pakai tali buangan karena kapal sangat riskan mendekati tongkang.


Setelah semua siap kapalnya pun bisa cast off dari kapal besar dan masuk ke alur sungai Barito.
Selama 5 jam kru yang ditongkang tidak bisa dijemput ke kapal.
Setelah masuk didalam alur sungai Barito yang tidak berombak barulah mereka dijemput kembali ke kapal.
Tentu saja dengan kondisi kedinginan dan lapar.
Tapi mau bagaimana lagi,itu sudah resiko kalau mau jadi Pelaut.


Lain halnya dengan saya.
Saya hanya jadi Pesungai karena kapal saya hanya berlayar didalam alur sungai saja.
Saya hanya akan merasakan ombak kalau ada speed boat besar yang lewat.

Menyetir Sambil Baca Sms,Mobil Masuk Jurang

Sudah banyak kasus kecelakaan yang terjadi karena penggunaan Handphone saat berkendaraan.
Tapi hal itu tidak pernah dijadikan pelajaran oleh orang - orang yang melihat kejadian tersebut.
Tiap hari di jalanan dengan mudah kita melihat pengendara sepeda motor menyetir dengan satu tangan dan menelepon dengan tangan satunya lagi.
Demikian juga pengendara mobil,baik kendaraan pribadi atau angkutan umum tak jarang kita temui mengendarai sambil menelepon atau bahkan sambil sms-san.
Kita cuma bisa mengelus dada karena hal itu sudah di anggap biasa dan kalau di peringatkan paling juga di tanggapi cuek oleh sopirnya.


Kejadian naas berkendara sambil menelepon baru saja di alami teman saya.
Tanggal 13 Januari 2011 dia pulang cuti dari kapal ke kampungnya di Medan.
Kapalnya beroperasi didaerah pedalaman sungai Barito di Kalimantan Tengah.
Dari kapal ke Bandara harus lewat kota Muara Teweh,jadi dia pesan tiket sekalian mobil untuk antar ke bandara.


Dari Muara Teweh mobil berangkat jam 19.00 langsung menuju bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin.
Belum lama perjalanan sang sopir sudah mulai dengan kebiasaan umum,menelepon sambil tetap melaju dengan kendaraannya.
Teman saya yang kebetulan duduk disamping sopir menegurnya,tapi di anggap angin lalu saja.
Tidak lama kemudian handphonenya bunyi lagi dan kali ini sms masuk,jadi dia menyetir sambil sms-san.
Tentu saja teman saya tambah dongkol karena tadi sudah ditegur tapi malah tambah jadi.


Tiba - tiba jalanan didepan ada lubang besar yang menghadang.
Secara refleks sopir membanting setir untuk menghindari lubang,tapi dia tidak menyadari kalau jalan agak menikung.
Mobil langsung melayang terbang dan berputar di udara sebelum akhirnya meluncur ke jurang.
Terdengar teriakan "Allahu Akbar" serentak dari penumpang dan langsung sunyi senyap saat mobil mendarat dengan bodi belakang di dasar jurang dengan ketinggian sekitar 7 meter.


Sebagian besar penumpang pingsan tapi tidak ada yang terluka parah karena jurangnya tidak terlalu dalam.
Untungnya teman saya tidak ikut pingsan,jadi masih bisa membantu penumpang yang lainnya.
Yang agak menyulitkan adalah posisi mobil sudah terbalik dan pintu - pintunya tidak ada yang bisa dibuka.


Terpaksa dia menjebol kaca depan mobil untuk bisa keluar.
Saking paniknya keluar dari dalam mobil dia tidak menyadari kalau badannya terkena pecahan kaca yang masih menempel dipinggiran bingkai jendela mobil.
Demikian juga saat membantu menolong penumpang yang pingsan lainnya keluar keluar.
Apalagi saat itu malam dan gelap,tentu menambah rasa kepanikan.
Untunglah tidak ada korban meninggal,semua hanya keseleo,lecet dan luka kena pecahan kaca mobil.


Sang sopir lumayan parah lukanya.
Mukanya nampak lebam dan dari kepalanya mengalir darah,keadaannya agak meghawatirkan.
Teman saya yang tadinya ingin melampiaskan kemarahan jadi iba juga melihatnya.
Tapi penumpang yang lain terutama ibu - ibu tak henti - hentinya mengomeli dia.
Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membela diri kecuali pura - pura mengerang kesakitan.


Tidak lama berselang datang mobil lainnya dari agen travel untuk mengganti mobil yang sudah ringsek di jurang.
Tidak lupa juga dibawa obat - obatan seadanya untu mengobati luka - luka penumpang.
Perjalanan dilanjutkan ke rumah sakit,bukan  lagi kebandara.

KAPAL TENGGELAM DI SUNGAI BARITO

Mengawali tahun 2011cuaca laut Jawa tidak cukup bersahabat untuk para pelaut.
Angin barat sudah mulai bertiup membawa ombak yang cukup mengganggu pelayaran,bahkan bisa berakibat buruk bagi kapal - kapalyang berlayar.
Tapi kabar buruk bukan datang dari laut melainkan dari pedalaman Sungai Barito.

Sebuah kapal jenis Tug Boat bernama Cipta Indah dengan awak 10 orang yang menarik Tongkang batubara tenggelam di alur Sungai Barito.
Tepatnya di teluk di atas desa Tempijak,Buntok,Kalimantan Tengah.
Posisi kecelakaan kurang lebih pada posisi  01° 51,940'S/114° 47,820'E.
Kecelaan terjadi pada tanggal 08 Januari 2011 dini hari.
Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Dari 10 kru kapal dilaporkan 9 0rang selamat sementara 1 orang yang merupakan Nakhoda kapal dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.


Berita ini saya dapatkan lewat radio VHF yang merupakan alat komunikasi antar kapal yang sedang berlayar.
Pagi itu kapal saya berlayar di alur sungai Barito dari Teluk Timbau menuju lokasi muat batubara di pedalaman Kalimantan Tengah,tepatnya di muara Tuhup.
Untuk memantau keadaan alur lalulintas kita menggunakan radio VHF.


Tidak diduga malah berita kecelakaan yang kita terima.
Jam, 12.00 kapal saya melintasi tempat kecelakaan terjadi.
Posisi kapal tenggelam agak ketepi sungai,tapi berhimpit dengan alur pelayaran.
Jadi cukup berbahaya untuk kapal -kapal yang akan melintas di tempat itu.
Kapal yang tenggelam tidak nampak walau hanya tiangnya saja,sedangangkan tali towing belum terlepas dari kapal.
Jadi seolah - olah kapal itu yang jadi jangkar untuk tongkangnya yang saat itu masih mengapung di pinggir sungai.
Sebuah kapal tug boat sementara berjaga dibelakang tongkang.


Tidak ada yang bisa saya lakukan karena saya juga dalam pelayaran,lagipula kru yang selamat sudah ditampung kapal yang berjaga disitu.
Saya hanya memperhatikan lokasi kejadian dan mencatat posisi di GPS karena itu adalah lalu lintas umum kapal - kapal yang keluar masuk sungai Barito.
Semoga segera ada tim SAR yang akan datang mencari korban yang masih dinyatakan hilang.