JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1432 H / 2O11 M UNTUK GORONTALO DAN SEKITARNYA


              TANGGAL


IMSYAK


SHUBUH


SYURUQ


DZUHUR


ASHAR


MAGHRIB


ISYA’
   HIJRIYAH
(RAMADHAN)
   MASEHI
(AGUSTUS)
          1
        1
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:19
  18:01
 19:13
          2
        2
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:19
  18:01
 19:13
          3
        3
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:18
  18:01
 19:12
          4
        4
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:18
  18:01
 19:12
          5
        5
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:18
  18:01
 19:12
          6
        6
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:17
  18:00
 19:12
          7
        7
  04:21
   04:31
  05:47
  11:56
 15:17
  18:00
 19:11
          8
        8
  04:21
   04:31
  05:47
  11:55
 15:17
  18:00
 19:11
          9
         9
  04:21
   04:31
  05:46
  11:55
 15:16
  18:00
 19:11
        10
       10
  04:21
   04:31
  05:46
  11:55
 15:16
  18:00
 19:11
        11
       11
  04:21
   04:31
  05:46
  11:55
 15:16
  18:00
 19:10
        12
       12
  04:21
   04:31
  05:46
  11:55
 15:15
  18:00
 19:10
        13
       13
  04:21
   04:31
  05:46
  11:55
 15:15
  17:59
 19:10
        14
       14
  04:21
   04:31
  05:46
  11:54
 15:14
  17:59
 19:10
        15
       15
  04:21
   04:31
  05:46
  11:54
 15:14
  17:59
 19:09
        16
       16
  04:21
   04:31
  05:45
  11:54
 15:13
  17:59
 19:09
        17
       17
  04:21
   04:31
  05:45
  11:54
 15:13
  17:59
 19:09
        18
       18
  04:21
   04:31
  05:45
  11:54
 15:12
  17:58
 19:08
        19
       19
  04:21
   04:31
  05:45
  11:53
 15:12
  17:58
 19:08
        20
       20
  04:21
   04:31
  05:45
  11:53
 15:11
  17:58
 19:08
        21
       21
  04:20
   04:30
  05:44
  11:53
 15:11
  17:58
 19:07
        22
       22
  04:20
   04:30
  05:44
  11:53
 15:10
  17:57
 19:07
        23
       23
  04:20
   04:30
  05:44
  11:52
 15:09
  17:57
 19:07
        24
       24
  04:20
   04:30
  05:44
  11:52
 15:09
  17:57
 19:06
        25
       25
  04:20
   04:30
  05:43
  11:52
 15:08
  17:57
 19:06
        26
       26
  04:20
   04:30
  05:43
  11:52
 15:07
  17:56
 19:05
        27
       27
  04:19
   04:29
  05:43
  11:51
 15:07
  17:56
 19:05
        28
       28
  04:19
   04:29
  05:43
  11:51
 15:06
  17:56
 19:05
        29
       29
  04:19
   04:29
  05:42
  11:51
 15:05
  17:55
 19:04
        30
      30
  04:19
   04:29
  05:42
  11:51
 15:04
  17:55
 19:04


Keterangan :
1.Kriteria yang digunakan dalam perhitungan awal bulan adalah kriteria MABIMS.
2.Jam disesuaikan dengan jam RRI dan TVRI.
3.Titik pusat Koordinat adalah Masjid Baiturrahim Kota Gorontalo.
4.Syuruq adalah waktu terbitnya matahari.
5.Penyesuaian waktu :
- Suwawa,Kabila,Atinggola,Limboto dan Batudaa sesuai waktu  jadwal.
- Bone Pantai, Dumbaya Bulan , Kwandang dan Tibawa    + 1 menit.
- Anggrek,Boliyohuto,Paguyaman,Sumalata dan Tilamuta  + 3 menit
- Paguat   + 4 menit, Marisa + 5 menit,
- Lemito + 6 menit, Molosifat   + 7 menit.
6. Tanggal 1 Ramadhan menunggu penetapan Menteri Agama Republik Indonesia.
  •  Sumber Kementrian Agama Provinsi Gorontalo ( Gorontalo Post edisi Sabtu 30 Juli 2011 )
  • Ada kesalahan ketik pada jadwal yang tertulis di harian Gorontalo Post untuk  jam Maghrib mulai tanggal 13 Ramadhan sampai 30 Ramadhan  dimana jadwal yang tertulis untuk Maghrib tanggal 13 Ramadhan  jam 18:59 padahal tanggal 12 Ramadhan adalah jam 18:00 yang  mana selang 5 - 6 hari waktunya mundur 1 menit,jadi seharusnya adalah jam 17:59.
  • Kesalahan  berlanjut sampai tanggal 30 Ramadhan dimana jam maghribjadi 18:55 dari yang seharusnya 17:55.
  • Kesalahan ketik tersebut sudah saya koreksi pada jadwal imsyakiyah yang saya posting di blog ini.

ISTIRAHAT JADI PESUNGAI

Dengan naik Speed Boat saya menuju Banjarmsin.
Perjalanan dari Teluk Timbau ke Banjarmsin dengan Speed Boat sekitar 7 jam.
Sepanjang sungai yang dilewati tampak dangkal dengan gosong pasir ditiap tikungan.
Musim kemarau kayaknya akan berkepanjangan tahun ini.
Nampak dipinggir sungai petani sudah mulai menanami tepi sungai yang sudah kering.
Tadinya tanah tersebut terendam air, tapi kini sudah kering dan jadi seperti kebun yang siap ditanami.
Kalau sudah ditanami berarti petaninya yakin dalam waktu yang sampai panen agaknya air belum akan merendam tanamannya dipinggir sungai itu.

Itulah salah satu alas an saya pulang kali ini.
Saya turun dan berhenti dari kapal tempat saya bekerja.
Selama ini kapal tersebut hanya melayani pengangkutan batubara dari hulu sungai Barito.
Di Muara Tuhup kita muat batubara dengan Tongkang selanjutnya ditarik dengan Tug Boat menuju Teluk Timbau.
Kedua daerah tersebut masih di hulu sungai Barito di Kalimantan Tengah.
Kapal kita tidak pernah kelaut selama 6 bulan sejak saya naik bulan Desember 2010.
Selama ini bolak – balik saja di sungai Barito.
Jadilah saya dan teman – teman sebagai Pesungai sejati.

Tapi kini sungai sudah mulai surut airnya sehingga sudah sulit untuk dilayari kapal.
Tadinya lancar – lancar saja selama musim hujan karena air sungai besar terus.
Sekarang karena air surut banyak kapal yang kandas sehingga tidak bisa melanjutkan pelayaran.
Termasuk kapal saya juga harus stand by karena takut terjebak ditengah sungai yang makin dangkal.
Sudah 2 bulan ini kondisi tersebut tidak membaik, malah air bertambah surut.
Karena bosan bengong terus dikapal yang tidak juga bisa jalan akhirnya saya putuskan berhenti.
Dengan speed Boat saya meninggalkan kapal menuju Banjarmasin, untuk selanjutnya pulang kerumah.
Sudah waktunya lagi untuk istirahat jadi Pesungai.

KEMARAU DATANG, BANYAK KAPAL KANDAS DI HULU SUNGAI BARITO


Sudah satu bulan ini kapal tempat saya bekerja stand by di lokasi pembongkaran batubara di desa Teluk Timbau kalimantan Tengah.
Sebenarnya sudah waktunya untuk berangkat ke hulu sungai untuk muat lagi.
Muatan batubara yang kita bawa dari hulu di Muara Tuhup sudah selesai di bongkar.
Seharusnya kapal kembali lagi kesana untuk muat.

Tapi semua itu belum bisa terlaksana sekarang.
Sejak kapal tiba di sini tanggal 12 Juni 2011, air di hulu sungai Barito bertambah surut.
Hal ini wajar mengingat bagian hulu sungai berbeda dengan di hilir sampai muara sungai dekat Banjarmasin.
Untuk daerah mulai Muara Barito sampai Marabahan dan Sungai Puting masih bisa terjangkau daerah pasang surut laut.
Kalau laut pasang air sungai juga bertambah dalam karena pengaruh pasang dari laut.
Jadi bisa dilayari kapan saja.

Daerah hulu sungai lain lagi keadaannya.
Makin ke hulu tentu sungainya makin sempit dan kedalamannya bervariasi.
Di daerah tertentu ada yang sangat dangkal dengan gosong pasir atau malah batu di tengah sungai.
Ada juga tikungan yang tajam dan patah yang sangat riskan untuk di lalui serta pinggiran sungai yang berbatu yang tentu makin menambah rintangan pelayaran.

Untuk berlayar di hulu sungai sepenuhnya tergantung pada air hujan.
Bila hujan turun dengan deras di hulu berarti sungai penuh dan bisa untuk di layari kapal Tug Boat dengan tarikan tongkang Batubara yang umumnya berukuran 230 feet dengan draft sekitar 4 meter.
Banyak perusahaan penambangan batubara yang beroperasi dihulu sungai.
Untuk pengapalannya ke Pulau Jawa atau untuk transhipment ke kapal ekspor di muara Barito di Banjarmasin semuanya menggunakan tongkang yang di tarik dengan Tug boat.

Tapi sejak sebulan yang lalu semua operasi terhenti karena air sangat surut dan tidak cukup untuk dilayari.
Banyak kapal yang nongkrong karena terjebak air surut.
Ada yang sudah selesai muat siap untuk berangkat tapi sudah kandas di lokasi muat.
Di Muara Teweh banyak kapal yang tambat di daerah Bukau karena tidak bisa naik atau turun.
Di hilir desa Tumpung Laung ada 5 tongkang dengan muatan batubara kandas di alur Teluk Siwak.
Kedalaman air di situ sekarang tidak sampai 2 meter,otomatis tongkang dengan draft 4 meter langsung kandas dan tidak bisa keluar lagi.

Di hulu desa Terusan tepatnya di daerah tikungan Batu Terusan ada juga 2 tongkang batubara yang kandas sejak saya tinggalkan tanggal 12 Juni 2011 lalu sampai sekarang tidak bisa keluar.
Banyak juga kapal yang tambat di hilir Buntok, Kabupaten Barito Selatan.
Semuanya menunggu air pasang yang artinya menunggu hujan.

BATU TERUSAN

Batu Terusan adalah nama sebuah tikungan dihulu sungai Barito.
Letaknya adalah di atas desa Terusan Kalimantan Tengah.
Tikungan memasuki Batu Terusan adalah tikungan ke kiri jika dari hulu.

Sesudah melewati Batu Terusan akan ketemu desa Terusan di sisi kiri sungai.
Banyak rumah lanting dipinggir sungai dan cukup riskan untuk kapal yang menarik tongkang.

Sungai ini dulunya dangkal dan dasar permukaannya adalah batu cadas.
Mungkin itulah sebabnya dinamakan Batu Terusan.

Daerah ini cukup terkenal karena berbahaya untuk alur pelayaran terutama bagi kapal Tug Boat yang menarik tongkang dengan muatan batubara dari hulu sungai.
Banyak tongkang yang kandas di tempat ini dan mengalami kebocoran yang parah.

Sekarang alurnya sudah cukup dalam dan bisa dilewati tongkang 230 feet dengan draft 4 meter yang memuat batubara sekitar 3.500 Metrik Ton.
Namun tidak boleh berpapasan di alur ini.

Prioritas utama adalah kapal yang turun dar hulu dengan muatan.
Kapal yang naik harus menunggu dihilir kampung.

Kalau kapal yang turun sudah lewat tempat yang aman barulah kapal yang naik boleh lewat.
Komunikasi antar kapal di alur ini adalah channel 06 radio VHF.

Yang melaksanakan pendalaman alur ini adalah sebuah perusahaan penambangan batubara yang beroperasi dihulu sungai.
Tujuannya tentu adalah untuk memperlancar arus angkutan batubara dari hulu ke hilir.

ALUR TELUK SIWAK

Teluk Siwak adalah nama suatu tempat di hulu Sungai Barito,sudah masuk wilayah Kalimantan Tengah.
Tepatnya di hilir desa Tumpung Laung.
Saya tidak tahu asal usul sampai dinamakan Teluk Siwak,tapi begitulah sebutan yang diberikan oleh pelaut yang sering lewat disini.

Sungainnya memang melebar begitu lewat dari desa Tumpung Laung ke hilir dan membentuk seperti teluk tapi dangkal dan berpasir sehingga tidak bisa sembarang tempat yang bisa dilalui kapal.
Salah sedikit dari alur bisa langsung kandas.
Pada saat kemarau tempat ini tidak bisa di lewati kapal karena kedalaman airnya hamya sekitar 2 meter bahkan kurang.

Waktu air besar pun tidak boleh juga melenceng dari alur,tongkang bisa kandas.
Tidak sedikit tongkang yang sudah pernah merasakan kandas di tempat ini.
Bahkan ada tongkang yang masih baru sampai melengkung hampir patah karena kandas di sini.

Untuk alur berlayar,tiap kapal juga tidak punya pedoman yang sama.
Masing - masing punya patokan sendiri berdasarkan pengalaman saat melintas,dimana tempat yang dalam dan yang dangkal berbeda untuk tiap orang.

Saya kalau melewati Teluk Siwak,punya patokan sendiri juga.
Kalau siang kita bisa memperhitungkan tempat untuk patokan haluan dan saat belok pada tanda - tanda di darat seperti pohon.

Selain itu saya juga sudah simpan waypoint yang saya rasa aman untuk dilalui meskipun pada saat itu sudah ada tongkang lain yang kandas.
Waypoint untuk turun dari hulu ke hilir yang saya pakai adalah seperti di bawah ini :
1. 01° 20,153' S / 114° 51,867' E
2. 01° 20,461' S / 114° 52,784' E

TONGKANG KANDAS DI BATU TERUSAN

Tanggal 08 Juni 2011 kapal saya berangkat lagi ke hulu sungai Barito setelah selesai transfer batubara dari tongkang yang kita tarik ke tongkang yang lebih besar untuk dibawa ke muara Barito.
Kondisi air sungai Barito saat ini mulai surut untuk daerah hulu yang saya tuju.
Di daerah hulu sungai sudah tidak terjangkau lagi oleh pasang surut dari laut karena terlalu jauh jaraknya.

Untuk berlayar ke hulu semua kapal bergantung pada air hujan.
Kalau di hulu sungai hujan berarti sungai penuh dan bagus untuk berlayar.
Tapi mulai bulan Februari lalu air tidak selalu stabil.
Kadang banjir kadang surut sampai kapal dan tongkang kandas.
Sama seperti keadaan sekarang.

Keesokan harinya waktu melewati Batu Terusan ada 2 tongkang dengan muatan batubara yang kandas karena melenceng sedikit saja dari alur.
Satu tongkang masih bisa keluar dari tempat kandas dan bisa melanjutkan pelayaran ke hilir.
Tongkang yang satunya lagi tidak bisa lagi ditarik keluar.

Melewati Teluk Siwak ada juga satu tongkang yang juga kandas,padahal hanya keluar sedikit juga dari alur biasa untuk berlayar.
Kapal dan tongkang saya bisa melewatinya karena tongkang saya masih kosong.
Entah bagaimana kalau pulangnya nanti sudah sarat dengan muatan.

Selesai muat dari hulu,saya lewat lagi dilokasi tongkang yang kandas pada Minggu malam tanggal 12 Juni 2011.
Di Teluk Siwak tongkang kandas yang kita tinggalkan belum juga bisa keluar.
Makanya agak hati - hati kita melewatinya lagi karena jaraknya dengan alur sangat dekat.
Salah sedikit tongkanf kita ikut kandas juga.
Syukurlah kita tidak kandas walau sempat ngesot dan kecepatan menurun.

Melewati Batu Terusan ternyata sudah dua tongkang yang kandas disitu dan alur terasa sempit.
Kedua tongkang itu kandas di kiri alur,daerah yang memang dangkal dan berpasir serta lumpur.
Yang tersisa untuk lewat memang tempat yang dalam tapi sudah terasa sempit karena tongkang kandas melintang di tengah sungai.
Kelewatan sedikit ke arah kanan,tongkang bisa menghantam batu di pinggir sungai yang sangat berbahaya karena tongkang bisa bocor.

Untung saja kita bisa melewati daerah itu dengan aman dan sampai lagi di lokasi bongkar dengan selamat.
Sedangkan ketiga tongkang yang kita lewati masih tetap belum bisa keluar sebab sekarang air malah bertambah surut karena hujan belum turun di hulu sungai.

TUG BOAT TENGGELAM DI MUARA BARITO, 2 ABK HILANG

Sebuah kapal jenis Tug Boat tenggelam di muara Barito,Kalimantan Selatan.
Kapal yang bernama TB NAKAICHI MARU tenggelam pada minggu malam tanggal 12 Juni 2011 sekitar jam 19.30 dekat bouy nomor 8.
Saat itu kapal dalam perjalanan ke Taboneo dengan menarik tongkang bermuatan batubara.
Penyebab tenggelamnya kapal diduga karena cuara yang buruk dan ombak.

2 orang abk dilaporkan hilang sedangkan 7 orang lainnya berhasil diselamatkan kapal lain.
Nama abk yang hilang adalah Dadang warga Bandung,Jawa Barat dan Nasrullah warga Palopo, Sulawesi Selatan.
Keduanya adalah jurumudi di kapal tersebut.

Diperkirakan keduanya masih terjebak didalam bangkai kapal.
Pencarian kedua korban sudah dilakukan tapi masih terkendala oleh cuaca yang buruk.